Ilustrasi

Bangkalan, (Media Madura)- Sejumlah pengecer pupuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menyesalkan peryataan Dinas Pertanian soal penyebab kelangkaan pupuk dalam sebulan terakhir.

Pernyataan yang diprotes adalah pernyataan Kepala Bidang Sarana dan Prasana, Dinas Pertanian Bangkalan, Ismail yang dimuat salah satu media lokal. Ismail menyebut distribusi pupuk dipolitisir,

“Saya tidak terima karena pak Ismail nyebut keleyan, di Keleyan cuma saya pengecer resmi. Secara tidak langsung dia menuding saya bermain,” kata Haji Aziz, pengecer pupuk resmi pupuk di Kecamatan Socah.

Aziz pun menjelaskan duduk perkara sebenarnya. Menurut Aziz, dari beragam jenis pupuk bersubsidi yaitu Urea, Ponska, Sp36, ZA dan pupuk Organik. Hanya pupuk SP36 yang langka sebulan terakhir. “Stok pupuk lainnya aman,” kata dia.

Aziz mengaku sudah menanyakan langsung ke distributor. Versi mereka memang ada keterlambatan distribusi dari pabrik. “Pengiriman selalu telat,” ujar dia.

Selain distribusi, kata Aziz, kuota pupuk jauh lebih kecil dibanding kebutuhan. Contohnya bulan november lalu, dirinya hanya mendapat kiriman 6 ton pupuk. jumlah ini tidak sesuai luas areal di kecamatan Socah. “Ini mestinya diperhatikan oleh Dinas Pertanian, mestinya minta tambahan kuota, jangan malah menuding pengecer,” ungkap dia.

Salah satu dampak kelangkaan pupuk SP36 adalah petani tidak bisa menggarap lahan. Sebab, SP36 merupakan pupuk dasar sebelum lahan mulai ditanami.

Sebenarnya, kata Aziz, ada pupuk pengganti yaitu Ponska. Namun entah mengapa petani tak mau menggunakan. “Dinas pertanian mestinya sosialisasikan bahwa Ponska bisa gantikan SP36, agar kalau SP36 langka, petani tidak panik,” terang dia.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.