Ilustrasi

Sampang, (Media Madura) – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memeriksa pelapor sebagai saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang terkait pengadaan buku referensi perpustakaan SD tahun anggaran 2016 sebesar Rp 2,5 miliar.

“Iya soal pemeriksaan itu memang ada kemarin, tapi lebih jelasnya silahkan hubungi bagian penerangan,” tutur Tio salah satu penyidik Pidana Khusus Kejati Jatim dibalik telepone, Rabu (29/11/2017) malam.

Ketika menghubungi Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim Richard Marpaung belum bisa memberikan keterangan banyak dengan alasan agar konfirmasi secara langsung.

“Ke kantor aja biar langsung ketemu,” singkatnya.

Terpisah, Ketua LSM Jaringan Kawal Jawa Timur Sidik, mengatakan dirinya diperiksa untuk dimintai keterangan tentang kebenaran bukti-bukti laporan pengadaan buku SD yang terindikasi fiktif dengan nilai kerugian negara sekitar Rp 1,79 miliar. Kasus itu dilaporkan secara resmi kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada Selasa (2/5/2017) lalu.

“Saya diperiksa Kejati Jatim pada Selasa 28 November 2017 kemarin, pemanggilan itu ditanya kebenaran bukti yang diserahkan apakah benar mekanisme seperti hasil pernyataan keterangan kepala sekolah sebagai penerima bantuan,” kata Sidik.

Sidik akrap disapa Didik itu menjelaskan, informasi yang diterimanya dalam waktu dekat ini kejaksaan akan memutuskan terkait kelanjutan penyelidikan kasus tersebut. Mengingat, penyidik tipikor Kejati Jatim lebih menyoroti perihal masa pelaksanaan program sesuai kontrak yang tertera sejak tanggal 16 Desember – 26 Desember 2016 yang dilakukan oleh pihak rekanan inisial CV. DPS.

“Selain volume pengadaan buku jadi sorotan juga soal waktu pelaksanaan program pendistribusian buku selama 10 hari, apakah mungkin waktu sesingkat itu bisa melangsungkan pengadaan buku dengan jumlah total 131.950 eksemplarĀ kepada 50 lembaga penerima, apalagi kondisi barang yang dikirim ke lembaga penerima tidak sesuai spesifikasi yaitu tidak ada jahit kawat,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang di tahun 2016 menganggarkan program pengadaan buku referensi perpustakaan SD diperuntukkan bagi 50 lembaga penerima. Total anggaran senilai Rp 2,5 miliar dengan jumlah 131.950 eksemplar.

Dugaan korupsi itu terjadi melalui modus pengurangan volume buku sebanyak 89.858 eksemplar dari jumlah total 131.950 eksemplar menjadi 42.092 eksemplar. Terutama, kegiatan pengadaan buku tersebut tidak sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) terhadap lembaga penerima bantuan.

Pengurangan volume buku terjadi di salah satu lembaga penerima, diantaranya SDN Dharma Camplong 4 Kecamatan Camplong, dari 2.639 eksemplar hanya diterima 870 eksemplar. SDN Pancor 1 Kecamatan Ketapang dari 2.639 eksemplar diterima 350 eksemplar. Selanjutnya, SDN Jeruk Porot 2 Kecamatan Torjun dari 2.639 eksemplar diterima 728 eksemplar.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.