Pelantikan BPC HIPMI Kabupaten Sampang masa bhakti 2017-2020 di Pendopo, Kamis (23/11/2017). ( Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Wakil Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur Dr Mufti Anam, saat di Sampang, mengatakan pelaku usaha mempunyai tantangan yang cukup berat di era teknologi digital. Namun teknologi selain menjadi tantangan, bisa juga menjadi sebuah peluang.

“Andai kata pelaku usaha lebih kreatif menghadapi ini jadi peluang, bayangkan kalau dulu nunggu taksi dipinggir jalan tapi sekarang ada teknologi digital semua bisa gampang,” kata Mufti ditemui di Pendopo Bupati Sampang usai pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Sampang, Kamis (23/11/2017) siang.

Mufti menjelaskan, pelaku usaha akan lebih efisien jika menggunakan teknologi digital. Mengingat, teknologi menjadi potensi besar dalam dunia usaha dan sangat membantu pelaku usaha dalam mempromosikan produk yang dihasilkan secara virtual.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pelaku usaha online shop di Jatim yang menggunakan teknologi mencapai 1,05 persen.

Menurut Mufti, untuk perkembangan usaha secara virtual di Jawa Timur masih terbilang kecil. Hal ini karena adanya pergeseran kebutuhan masyarakat yang lebih menonjol terhadap eksperien konsumer dibanding gaya hidup atau lifestyle. Contohnya, masyarakat lebih memilih ke pariwisata.

“Hasil survei BPS itu karena masyarakat lebih senang menggunakan uangnya untuk berwisata atau nongkrong di cafe, kalau dulu banyak belanja pakaian tapi sekarang berubah,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berencana akan membuka jembatan dengan menciptakan laboratorium kewirausahaan di Sampang hasil produknya bisa di pasarkan melalui online shop. Termasuk memunculkan 10 pengusaha baru di setiap masing-masing desa.

Ditempat yang sama, Ketua BPC HIPMI Sampang Moh Salim, menyampaikan rencana menciptakan pengusaha baru di setiap desa adalah program kerjanya. Peluang besar itu disanggupi pemerintah daerah melalui dana desa. Nantinya diawali dengan seminar kewirausahan tiap desa.

Dengan demikian, semakin pesatnya berwirausaha semakin mengurangi angka pengangguran di Sampang. Hal ini terus menyerap tenaga kerja produktif khususnya di tingkat desa.

“Outputnya diharapkan akan timbul semangat jiwa wirausaha bagi pemuda, sehingga kami juga bisa memfasilitasi mencoba mengembangkan usahanya,” terang Salim.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.