Penjaga Masjid Terancam 15 Tahun Penjara, Ini Penyebabnya

Subairi, dua dari kanan, penjaga masjid yang jadi, tersangka perkosaan terhadap anak di bawah umur. Foto : Mukmin Faisal / MM

Bangkalan, (Media Madura) -Subairi, Penjaga masjid Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ditangkap Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bangkalan. Pemuda 23 tahun itu ditangkap karena perkosa gadis berinisial NRT, 17 tahun.

“Ditangkap di rumahnya,” kata Kepala Satreskrim Polres Bangkalan, Ajun Komisaris Anton Widodo, Minggu (12/11/ 2017).

Perkosaan, kata Anton, terjadi pada Selasa siang, 30 Oktober lalu. Saat itu, Subairi tengah dudukan di teras masjid dan melihat NRT yang masih pakai seragam sekolah melintas di halaman masjid untuk beli air mineral ke kantin sekolah.

Subairi pun memanggil korban. Semula dia hanya menyerahkan sepucuk amplop dan minta tolong agar amplop diserahkan ke teman sekolahnya. Setelah amplop diserahkan, tiba-tiba nafsu Subairi membuncah tak terkendali.

Dengan beringas dia menarik tangan NRT dan dibawa masuk ke ruangan khusus penjaga masjid. Disanalah perkosaan terjadi.

Terungkapnya kasus ini, setelah keluarga korban melapor ke polisi lima hari setelah kejadian. Penyidik kemudian merespon laporan itu dengan memeriksa korban, membawanya ke rumah sakit untuk visum dan menyita beberapa barang bukti seperti pakaian korban. Setelah memenuhi syarat dua alat bukti, penyidik pun merancang penangkapan terhadap Subairi. Tersangka pun ditangkap tiga hari setelah laporan diterima penyidik.

“Tersangka mengakui semua perbuatannya,” ungkap Anton. Kepada penyidik, Subairi mengaku tidak berniat memerkosa NRT. Saat melihat korban, dia hanya berhalusinasi untuk berhubungan badan dengan NRT. Hingga terjadi perkosaan tersebut. “Saya menyesal,” ungkap dia.

Atas perbuatannya, Subairi terancan menghabiskan masa mudanya dalam penjara. Penyidik menjertanya dengan Pasal 81 ayat 1 junto pasal 75 D, Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Ancamannya 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.