25.5 C
Madura
Kamis, Januari 15, 2026

Pengendara Keluhkan Traffic Dump di Tanjung Bumi

Must read

- Advertisement -

Bangkalan, (Media Madura) -Keberadaan traffic dump alias tanggul jalan atau lazim disebut ‘polisi tidur’, di pertigaan Desa Pelanggiran dan perempatan desa Bayusangkah, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, dikeluhkan pengguna jalan.

Pertama karena traffic dump itu bentuknya tidak sesuai standar yang ditentukan pemerintah. Kedua karena jumlahnya terlalu banyak. Ada empat traffic bump dan jaraknya berdekatan.

“Mungkin niatnya buat tanggul jalan kecil-kecil seperti di pintu tol suramadu, tapi karena tak sesuai standar malah bikin gak nyaman saat dilewati,” kata Muhammad, warga Tanjung Bumi, Minggu, 12 November 2017.

Muhammad menduga tanggul jalan itu bikinan warga setempat. Bahkan di perempatan Bayusangkah dari empat traffic bump masih tersisa satu yang belum selesai. Tujuannya agar kendaraan melambat untuk mencegah kecelakaan.

“Justru rawan kecelakaan karena pengendara yang tidak tahu pasti ngerem mendadak lihat gundukan, malah bisa picu kecelakaan,” ujar dia.

Dalam peraturan mentri perhubungan nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan disebutkan pembuatan tangul jalan tak boleh sembarangan. Bahkan pembuatnya terancam pidana 1 tahun kurungan dan denda Rp 24 juta.

Di Bangkalan ada semacam latah yang menjangkiti warga. Bila jalan desa diaspal maka warga seolah berlomba-lomba agar bikin tanggul jalan agar pengendara tidak ngebut.

Contohnya, kata Muhammad, di  kecamatan Socah, tepatnya di jalan Desa Paajeman hingga Desa Sanggra Agung. Di jalan sepanjang kurang lebih 6 kilometer itu, jumlah tanggul jalan lebih dari 30 buah. Parahnya, tanggul pun dibuat seadanya dari sisa bekas tali jangkar kapal.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article