Tiga terdakwa saat memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Sampang, Kamis (19/10/2017). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Bripka Rahman Effendi (35), oknum polisi dari satuan Kepolisian Resort Sampang, Madura, Jawa Timur, akhirnya divonis lima tahun tujuh bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Sampang, pada Kamis (19/10/2017) siang.

Pria asal Dusun Sembung, Desa Teja Timur, Kota Pamekasan, itu terbukti bersalah mengedarkan sabu sebanyak 15 poket atau seberat empat gram sabu. Rahman sebelum ditangkap Satres Narkoba Polres Sampang pada Rabu (28/6/2017) kemarin, bertugas di Polsek Ketapang.

Selain Rahman, vonis dijatuhkan kepada dua rekannya yakni oknum wartawan media online inisial JS (41) warga Jalan Sersan Mesrul Pamekasan dan H Fahad (33) warga Desa Gunung Maddah Kota Sampang.

“Menyatakan tiga terdakwa terbukti bersalah atas kasus penyalahgunaan narkoba dan dihukum lima tahun tujuh bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampang Purnomo, Kamis (19/10/2017).

Menurut Purnomo, mereka terbukti telah melanggar pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni delapan tahun penjara. Oleh karena itu, Jaksa Penuntut Umum berencana melakukan banding dari amar putusan tersebut.

“Kami putuskan tiga terdakwa masing-masing lima tahun tujuh bulan dengan denda Rp 1 miliar. Dan jika tidak sanggup membayar diganti kurungan selama 2 bulan. Karena mereka ini semua keterkaitan,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, dari hasil gelar perkara dan barang bukti di Mapolres Sampang terungkap, Rahman bertugas sebagai kurir sabu dan diedarkan melalui JS. Penangkapan dua tersangka itu hasil pengembangan setelah diamankannya tersangka H Fahad (33) warga Desa Gunung Maddah Kota Sampang.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti dengan total 15 poket sabu-sabu siap edar atau seberat 4 gram, lengkap dengan alat bong.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.