Ilustrasi / google

Pamekasan, (Media Madura) – Pesta demokrasi tingkat desa ata Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dipridiksi akan dijadikan ajang perjudian.

Dikatakan oleh Kapala Kepolisian Resor (Kapolres) Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nowo Hadi Nugroho, pelaksanaan yang bakal dihelat pada Rabu (11/10/2017) mendatang itu, dinilai rawan dijadikan ajang perjudian oleh sekelompok orang tertentu.

“Tindakan kriminal berupa praktik perjudian rawan terjadi pada pelaksanaan Pilkades serentak nanti,” katanya, Kamis (5/10/2017).

Namun, untuk mengantisipasi hal tersebut tambah Nowo Hadi, dirinya sudah menginstruksikan seluruh jajarannya yang bertugas pada pelaksanaan Pilkades agar berperan aktif mencegah terjadinya aksi kriminal termasuk praktik terlarang itu.

“Perjudian ini akan menganggu pada kondisivitas pelaksanaan Pilkades serta masyarakat yang terlibat di dalamnya, makanya harus diperketat,” tambahnya.

Kerawanan perjudian dalam pelaksanaan nanti, sudah menjadi atensi petugas kepolisian. Baik dari petugas Polres maupun Polsek, sayang pria yang hobi berolahraga itu enggan membeberkan lokasi yang rawan perjudian.

“Setiap Kapolsek harus bisa mengantisipasi kerawanan perjudian pilkades, karena itu juga menjadi atensi kami,” tutup Nowo.

Untuk diketahui, di Kabupaten Pamekasan terdapat 13 desa yang bakal menggelar pesta demokrasi tingkat desa tersebut, 13 desa itu terdiri dari 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Pademawu, Proppo, Pegantenan, Palengaan, Pasean, dan Kecamatan Batumarmar.

Rwporter: Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan