Sampang, (Media Madura) – Satu pelajar asal Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Jrengik, Selasa (3/10/2017) malam pukul 20.00 WIB. Sepeda motor yang dikendarainya tertabrak mobil dari arah berlawanan.

Korban meninggal di puskesmas usai kecelakaan di jalur tengkorak itu bernama Embar (14). Sedangkan dua temannya yakni Wafi (14) dan Rosi (14) mengalami kritis. Mereka siswa kelas IX SMP, sama-sama warga Dusun Dempol Desa Kotah, Jrengik.

Kecelakaan bermula ketika mobil putih Avanza bernopol L 1952 TF yang belum diketahui identitas pengendaranya tersebut melaju dari arah Surabaya ke Sampang dengan kecepatan tinggi.

Sampai di lokasi tepat Jalan Raya Jrengik, laju kendaraan ini menabrak pohon disisi kiri. Kuat dugaan pengendara sedang ngantuk. Ditambah ketika itu kondisi jalan yang gelap akibat lampu penerangan terjadi pemadaman listrik. Sontak pengemudi banting setir ke kanan melewati marka tengah jalan.

Nahasnya, di saat bersamaan ada sepeda motor Honda Beat warna hitam bernopol M 4269 PB yang dikendarai Embar. Dia membonceng dua korban lainnya melaju dari arah timur ke barat. Tabrakan keras pun tak terhindarkan.

“Waktu kejadian ketiga korban langsung tergeletak di lokasi, posisi mobil sudah terjerumus ke areal persawahan, melihat situasi mencekam kemungkinan takut dari amukan sehingga pengendara mobil Avanza melarikan diri,” terang Sodik (46) di lokasi kejadian, Selasa malam.

Banyak saksi mata di lokasi menuturkan bahwa ketiga korban tak memakai helm sehingga saat kejadian Embar meninggal dalam perawatan di puskesmas dengan luka mengenaskan di kepala dan dua teman lainnya kritis.

“Semua korban tidak ada yang pakek helm, informasinya mereka hendak berangkat ke wilayah Blega untuk nonton orkes,” jelasnya.

Hasil diagnosa tim medis, ketiga korban mengalami luka serius dalam peristiwa naas tersebut bahkan korban terparah dialami oleh Embar. Sayangnya, saat dirawat di puskesmas nyawa Embar tak berhasil diselamatkan.

“Korban meninggal ini mengalami gagar otak hingga pendarahan di hidung, patah di leher, patah pergelangan tangan, dada lebam, tadinya masih ada denyut nadi ketika disini sudah meninggal,” kata M. Sadar Maulana petugas medis di Puskesmas Jrengik.

Sedangkan dua korban lain, lanjut Sadar, dalam keadaan kritis. Korban bernama Wafi mengalami robek di bibir akibat luka serius di wajah. Kemudian korban Rosi harus dilarikan ke tempat sanggal putung karena mengalami patah tulang di paha kiri korban.

Saat ini, korban meninggal sudah dikebumikan di Dusun Dempol Desa Kotah Kecamatan Jrengik. Sementara polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Hanya belum bisa memberikan keterangan.

“Masih diselidiki, lebih jelasnya besok Rabu langsung ke kantor,” ujar salah satu petugas polisi di lokasi.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan