Ilustrasi

Sumenep, 22/9 (Media Madura) – Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur Jubriyanto, mengimbau semua pihak, proaktif melakukan pencegahan dan peredaran pil jenis Paracetamol, Cafein, Carisoprodol (PCC).

Walaupun sampai saat ini belum ada kejadian, wakil rakyat dari Dapil 3 ini meminta masyarakat dan pihak terkait melakukan tindakan preventif, agar peristiwa yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan beberapa daerah lainnya tidak terjadi di Sumenep.

“Kami harap penegak hukum, juga Dinas Kesehatan tetap siaga dengan mengambil langkah antisipasi (peredaran pil PCC) sejak dini, jelas efeknya sangat buruk,” pintanya.

Kata dia,  salah satu antisipasinya dengan cara memberikan imbauan dan sosialisasi kepada seluruh pelaku usaha di bidang farmasi, untuk tidak menjual atau memberikan kepada siapapun obat tersebut tanpa ada resep dokter.

“Untuk menekan peredaran obat berbayaha ini juga diperlukan keterlibatan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa, agar pelaku usaha di bidang farmasi di desa tidak menjual bebas jenis pil tersebut,” ungkapnya.

Sebagaiman diketetahui, pil PCC merupakan obat yang bisa melemaskan otot dan menyasar syaraf keseimbangan. Jika seseorang mengkonsumsi pil itu bisa menimbulkan prilaku seperti orang gila, bahkan menyerupai zombie seperti yang menimpa remaja di Kendari baru-baru ini.

“Yang paling penting peran orang tua dalam melakukan pengawasan, utamanya bagi anak di usia pelajar yang rentan dipengaruhi lingkungan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kefarmasian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Ervin mengatakan, bahwa sejauh ini belum ditemukan adanya peredaran pil PCC dan sejenisnya di Sumenep. 

Namun kata Ervin, jika kedepan ditemukan pelaku farmasi menjual pil ilegal tanpa dilengkapi resep dokter, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas.

“Pengawasan akan terus kami dilakukan dengan cara melakukan monitoring, baik secara fisik ataupun jenis obat-obatan di apotek. Kalau ada yang ketahuan menjual, sanksi terberat berupa pencabutan izin,” tegasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan