Tampak dari atas lokasi Bendungan Nipah Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang yang pernah diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2016 lalu.

Sampang, (Media Madura) – Ketua DPRD Kabupaten Sampang Imam Ubaidillah, mengungkapkan keberadaan Bendungan Nipah di Desa Montor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, sampai saat ini belum bisa memberikan asas manfaat kepada masyarakat sekitar.

“Mana, gak ada tuh dampak manfaatnya Bendungan Nipah, saya sendiri orang Banyutes tidak merasakan hal itu,” terang Imam, Jumat (22/9/2017).

Padahal, pengoperasian Bendungan Nipah diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pada Sabtu 19 Maret 2016 lalu. Hanya saja, belum bisa memberikan perubahan terhadap kondisi perekonomian khususnya masyarakat Kecamatan Banyuates.

Menurut Imam, tidak adanya dampak manfaat tersebut karena pemerintah daerah dinilai lepas tangan tidak ikut mengelola dan mengembangkan bendungan tersebut. Tak ayal, jika selama ini lokasi Bendungan Nipah dijadikan sebagai tempat berpacaran dan mesum para pengunjung terutama dari kalangan remaja.

“Coba pemerintah membangun wahana kolam pancing dan wisata air, ini pasti akan mendongkrak perekonomian masyarakat disana sekaligus ada peningkatan PAD Sampang,” ujar Imam.

Sementara, diakui Kades Montor Morben. Ia mengatakan, pasca dibangunnya Bendungan Nipah justru berdampak kesulitan masyarakat dalam akses ke lahan pertanian warga. Semulanya, di lokasi ada jembatan penghubung antar Desa Tebanah dan Desa Montor.

“Kalau dulu sebelum dibangun masih ada jembatan, sekarang tidak dan masyarakat susah mau ke sawah saja harus muter sejauh tiga kilometer, karena dua desa itu dipisahkan sungai aliran Bendungan Nipah,” tutupnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan