Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia, Hafid Effendy dan Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim (dua dari kiri) foto bareng Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Pamekasan diwakilkan kepada R. Sonny Budiharto, Direktur Komunitas Literasi Your-B Madura, Wildona, dan Sastrawan Madura, Syaf Anton W.R usai acara seminar nasional, Senin (18/9/2017).

Pamekasan, (Media Madura) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar seminar nasional, Senin (18/9/2017) pagi.

Kampus yang berlokasi di Jalan Raya Panglegur KM 04, Kecamatan Tlanakan itu mengundang Syaf Anton W.R sebagai pengisi seminar yang digelar di Gedung Multi Center lantai 2. Syaf Anton W.R merupakan Sastrawan Madura.

Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim mengatakan, seminar nasional diadakan oleh program studi (Prodi) Tadris Bahasa Indonesia STAIN Pamekasan.

Hadir dalam acara itu, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Pamekasan diwakilkan kepada R. Sonny Budiharto, dan Direktur Komunitas Literasi Your-B Madura, Wildona, Komunitas KOPI, mahasiswa, dan dosen Prodi Tadris Bahasa Indonesia. Juga hadir Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia, Moh Hafid Effendy.

Seminar nasional tersebut mengusung tema “Apresiasi Sastra dalam Bingkai Budaya Indonesia”.

“Pentingnya mencintai dunia sastra dengan menggauli karya sastra dengan sungguh-sungguh, sehingga mampu mengkritisi isi sastra dan menghakimi sastra tersebut dengan tulus dan kritis,” kata Mohammad Kosim dalam sambutannya, Senin (18/9/2017).

Mahasiswa yang hadir tampak sangat serius menyimak pemaparan Syaf Anton hingga selesai. Dalam kesempatan itu, Syaf Anton meminta mahasiswa STAIN Pamekasan peka terhadap apa pun, utamanya mengenai sastra.

“Sudah saatnya memposisikan sastra sebagai media untuk mengasah kepekaan hati nurani. Kepekaan itulah yang sebenarnya akan menumbuhkan karakter serta memberikan pengaruh positif terhadap cara berpikir dan berperilaku mengenai baik dan buruk, benar dan salah, serta mengenai cara hidupnya sendiri serta lingkungannya,” ucapnya.

“Sastra memiliki kontribusi dalam menumbuhkan rasa kenasionalan dan solidaritas kemanusiaan serta memengaruhi proses pembentukan kepribadian dan kebangsaan masyarakat pendukungnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ucapnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan