Sumenep, 8/9 (Media Madura) – Proyek peningkatan jaringan irigasi di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga dikerjakan asal-asalan alias tidak sesuai spesifikasi (spek).

Pantauan di lokasi proyek, bahan campuran  yang digunakan menggunakan pasir putih, padahal mestinya menggunakan pasir hitam. Sehingga terindikasi kuat proyek itu tidak sesuai dengan spesifikasi teknis saat dikerjakan oleh pihak ketiga.

Namun, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep, Bambang Irianto saat dikonfirmasi justru menyebut, proyek senilai Rp 178.500.000 itu sudah dihentikan. 

“Oh, proyek itu sudah kami hentikan mas, karena laporan masyarakat ke kami sepertinya proyek itu dikerjakan tidak sesuai aturan,” ujarnya. 

Katanya, sebelum dihentikan, pihaknya melalui pengawas sudah melakukan tiga kali teguran terhadap CV Gunung Kembar selaku kontraktor dengan cara lisan dan tertulis.

“Tetapi teguran tersebut tidak diindahkan oleh pihak pelaksana, ya sudah kita hentikan saja,” sambungnya.

Menurut Bambang, selanjutnya terserah pihak kontraktor, jika pelaksana menyanggupi untuk membongkar dan membangun kembali sesuai dengan spek, maka proyek itu bisa dilanjutkan. 

“Tapi kalau tidak sanggup ya sudah, selesai, kita belum ada anggaran turun untuk itu kok,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan