Aktifitas jual beli hewan di pasar

Sampang, 7/9 (Media Madura) – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Sampang mencatat populasi Sapi dan Kambing di wilayah itu kian tahun terus meningkat. Di 2017 jumlahnya tembus mencapai 261.863 ekor.

Rinciannya, ada 213.869 ekor sapi dan 47.994 ekor kambing. Sedangkan, tahun 2016 ada 212.776 ekor sapi dan 46.182 ekor kambing.

“Meningkatnya populasi sapi dan kambing ini karena mayoritas penduduknya adalah petani. Mereka ini rata-rata memiliki dan beternak sapi dan kambing,” ucap Kepala Disperta Sampang Hary Soeyanto, Kamis (7/9/2017).

Kata Hary, meingkatnya populasi sapi dan kambing didominasi wilayah Kecamatan Banyuates, Ketapang, Robatal, Kedungdung, dan Omben. Pihaknya sudah turun ke pasar dan rumah potong hewan (RPH) untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi.

Ciri-ciri daging sehat dan aman dikonsumsi itu berbau khas daging, berwarna merah segar, tidak berair, berlemak kekuningan, berserat halus, dan mempunyai struktur kenyal.

“Kalau bisa lagi langsung melihat proses pemotongannya, dengan begitu kehalalannya juga lebih terjamin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang Wahyu Prihartono, menyampaikan kebutuhan daging sapi di Kota Bahari tersebut relatif normal. Hanya saja, terjadi peningkatan saat momen Ramadhan dan menjelang Lebaran.

“Kebutuhan daging di pasaran pada hari biasa sekitar dua kuintal. Apalagi momen lebaran bisa dua kali lipat,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan