Sumenep, 7/9 (Media Madura) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengutuk keras terhadap tragedi kemanusiaan yang dilakukan Pemerintah Myanmar kepada Muslim Rohingya. 

Kutukan itu mereka sampaikan saat melakukan aksi solidaritas yang dipusatkan di jantung kota atau di depan Taman Bunga, Kecamatan Kota Sumenep. Tidak hanya membentangkan poster, mereka juga berorasi dibawah terik matahari. 

“Tragedi Rohingya merupakan pukulan keras bagi penegak dan pejuang Hak Asasi Manusia (HAM), dunia terasa kelam ketika dewan PBB tidak terlaku tegas merespon pelanggaran luar biasa atas nama kemanusiaan tayang terjadi di Provinsi Rakhine-Myanmar,” kata salah seorang Korlap aksi, M. Muhsi.

Menurut mereka, sudah puluhan tahun penduduk rohingya hidup terlunta-lunta dibawah intimidasi aparat atau militer atas restu pemerintah penguasa. 

“Kami atas nama HMI dan unat Islam mengutuk keras kekejaman Myanmar. Meski banyak yang mengatakan penyebab kerusuhan ini bukanlah agama, semua itu tidaklah penring, karena penghakiman secara brutal tidak dibenarkan secara naluri kemanusiaan,” teriaknya.

Untuk itu, mereka menyampaikan sejunlah poin pernyataan sikap, diantaranya mendesak pemerintah Indonesia untuk menekan pemerintah Myanmar agar mebghentikan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Bhiksu Budha dan aparat keamanan Myanmar.

“Jika dalam tempo 3 x 24 jam Myanmar tidak menghentikan kebrutalannya, maka kami mendesak Indonesia memutus hubungan diplomasi dan mengusir duta besar Myanmar dari Indonesia,” ancamnya. 

Disamping itu, mahasiswa juga mendesak dewan keamanan PBB mengirim pasukan, bahkan jika perlu mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan PBB serta memberikan embargo sebagai bentuk sanksi,” sambungnya lagi. 

Lebih dari itu, organisasi yang bergerak atas seruan Pengurus Besarnya di Jakarta ini menekan negera komunitas ASEAN menekan negara yang dulu bernama Burma itu menghentikan kejahatannya, dan mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN. 

Pantauan media ini di lokasi, selain berorasi seruan moral, mereka melanjutkan aksinya dengan menggelar doa salat gaib berikut pembacaan surat Yasin dan tahlil.

Setelah itu, mereka menggelar penggalangan dana untuk disalurkan ke etnis Rohingya. Tidak hanya terpusat di satu lokasi, mereka juga mengumpulkan dana dari banyak tempat, terutama di kantor-kantor pemerintahan.

“Insyaallah dana ini akan kami sampaikan ke saudara kita di sejumlah rempat pengungsian melalui Pengurus Besar kita di Jakarta,” ujar seorang kader perempuan HMI. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan