Suporter Madura United di SGRP Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Sebesar Rp 400 juta sudah Madura United sumbangkan kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Hal itu diungkapkan, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan, Taufikurrahman.

Menurut Taufik, dana itu berasal dari pajak hiburan selama Madura United menggunakan Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan sebagai venue pertandingan di Liga 1.

“Jumlah tersebut hanya dari sektor pajak hiburan atau tiket, tidak termasuk sewa stadion,” kata Taufik kepada media di Pamekasan, Senin (28/8/2017).

Taufik menjelaskan, terkait sewa stadion, pihaknya beralasan adalah kewenangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat. “Kalau masalah sewa stadion berapa tanyakan ke Dispora,” imbuhnya.

Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak hiburan sendiri berpotensi bertambah. Pasalnya, masih terdapat 3 laga kandang yang belum dilakoni Madura United yang digelar di SGRP. Yakni, melawan Arema FC, Sriwijaya FC, dan Borneo FC.

Laskar Sape Kerrab di putaran kedua Liga 1 telah membagi venue pertandingan. 5 Laga digelar di SGRP, sisanya dipusatkan di markas kedua, Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Di putaran pertama lalu, Madura United menggelar 4 pertandingan kandang di SGRP, dan 5 laga home di Bangkalan. Artinya, dana sebesar Rp 400 juta telah disumbangkan ke PAD Pamekasan, di mana pertandingan putaran kedua belum selesai.

Bukan hanya Madura United yang menggunakan SGRP Pamekasan, melainkan Persepam Madura Utama juga menjadikan stadion yang berlokasi di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan sebagai markas mereka mengarungi kompetisi Liga 2.

Terkait penyumbang pajak hiburan, lanjut Taufik, hanya dari Madura United. “Kalau Persepam kan tidak ada penontonnya, ya tidak ada pajak hiburannya. Berbeda dengan Madura United yang selalu membeludak,” pungkasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan