Mustangin

Sumenep, 28/8 (Media Madura) – Sebanyak 11 Desa Desa di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Mdura, Jawa Timur tak sekalipun melakukan penebusan beras untuk rakyat sejahtera (Rastra) sejak Januari hingga Agustus 2017 ini.

“Ya, Desa se Kecamatan Manding memang belum melakukan penebusan, bahkan sampai saat ini sejak bulan Januari lalu,” kata Kabag Perekononian Setkab Sumenep, Mustangin, Senin (28/8/2017).

“Silahkan teman-teman konfirmasi langsung ke Camat atau Kepala Desa disana, apa alasannya tidak mau menebus rastra,” ujarnya saat ditanya kendalanya sehingga enggan menebus rastra.

Ketika dikonfirmasi ke Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Manding baru terungkap, bahwa ternya para Kades mengaku bingung untuk menerapkan aturan yang ada. 

Sebab, dalam aturan pendistribusiannya, tidak semua warga mendapatkan jatah beras. Hanya warga yang masuk dalam daftar penerima manfaat (DPM) saja yang bisa mendapatkan. 

Sementara di lapangan Kades menghadapi persoalan rumut, yaitu warga menuntut bisa mendapatkan semua. Sehingga pihak Kades merasa simalakama.

“Kalau semua warga dikasih rastra, kita salah terhadap hukum. Ketika tidak dibagi rata, masyarakat protes, karena mereka minta semua bisa mendapatkan jatah beras,” ungkap Ketua AKD Kecamatan Manding, Moh. Khalil, Senin (28/8/2017).

Kepala Desa Lalangon itu juga membeberkan, pada data di DPM, banyak masyarakat yang layak menerima tidak tercover alias tidak tepat sasaran, ada warga mampu secara ekonomi masuk data, namun yang miskin justru tidak masuk.

“Ini salah satu faktor para Kepala Desa takut untuk menebus rastra,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Kades se Kecamatan Manding meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan DPM demi kelancaran penebusan rastra yang ditunggu-tunggu rakyat miskin.

“Kami harap ada perbaikan DPM, agar beras untuk rakyat kurang mampu ini tepat sasaran,” pintanya.

Sementara itu, Mustangin mengaku sudah melakukan upaya untuk mengatasi kasus Kecamatan Manding, termasuk sudah berkirim surat Camat setempat. 

“Kami sudah beberapa kali ngirim surat. Bahkan beberapa waktu lalu pemerintah dari Provinsi Jawa Timur turun langsung ke Kecamatan Manding, tapi Kades disana malah kompak tak mau nebus,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan