Madura United versus Perseru Serui di Liga 1 yang digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Senin (8/5/2017) malam.

Pamekasan, (Media Madura) – Skuad Madura United sudah tiba di Serui, Papua siang ini, Sabtu (26/8/2017), setelah menempuh perjalanan udara dan darat cukup panjang.

Untuk sampai ke Serui, Fabiano Beltrame dkk. harus menggunakan 3 pesawat berbeda. Dari Bandara Juanda, Surabanya, rombongan tim terlebih dahulu transit di Bandara Makassar. Dilanjutkan perjalanan udara dari Makassar ke Biak, terakhir perjalanan udara dari Biak ke Serui.

Ke Serui merupakan rangkaian tur bersambung pertama Laskar Sape Kerrab, sebelum bertolak ke Mitra Kukar, Tenggarong. Guna menghadapi laga lanjutan Liga 1 2017.

Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera mengungkapkan bahwa tur ke Serui adalah perjalanan terpanjang bagi anak asuhnya. Sebab, selain menempuh perjalanan udara, rombongan tim juga menempuh perjalanan darat yang cukup jauh.

“Perjalanan yang sangat panjang,” ucap pelatih asal Brasil tersebut.

Untuk itu, Gomes meminta tim besutannya cepat beradaptasi dengan lingkungan di Serui, utamanya di Stadion Marora, yang akan menjadi venue pertandingan kedua tim, Senin (28/8/2017) mendatang.

“Pemain harus bisa menjaga kondisi fisik dengan baik. Tidak mudah memang, karena perbedaan waktu antara di Madura dengan di Serui harus berselisih 2 jam. Pemain harus secepatanya menjalani adaptasi untuk perubahan itu,” ujarnya.

Untuk menghadapi Perseru Serui di kandang, Madura United memboyong 18 pemain. Satu di antara pemain itu, adalah Slamet Nurcahyo. Pemain bernomor punggung 10 mengakui bila perjalanan ke Serui melelahkan dan menantang.

“Perjalanannya saja sangat menantang. Karena bukan hanya perjalanan melakui udara yang harus dijalani. Butuh perjalanan darat juga untuk sampai ke tempat mereka,” tutup Slamet.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan