Sumenep, 17/8 (Media Madura) – Puluhan warga di Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memperingati Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 72 dengan sangat tidak biasa. 

Warga yang terdiri dari tiga desa yaitu Desa Gapura Barat, Gapura Tengah dan Gersik Putih tersebut menggelar upacara tepat di tengah jalan yang kondisinya rusak parah.

“Peringatan HUT RI ini sengaja kita lakukan di tengah jalan sebagai bentuk protes kami kepada pemerintah daerah,” kata salah satu koordinator lapangan, Sukri (35) usai upacara, Kamis (17/8/2017).

Sebab, kata Sukri, jalan sepanjang 5 km yang menghubungkan tiga desa itu sudah mengalami kerusakan selama 15 tahun. Namun tidak kunjung diperhatikan pemerintah. 

Menurutnya, meskipun Indonesia telah merdeka selama 72 tahun, nyatanya masyarakat di desanya masih belum merasa merdeka seutuhnya. Infrastruktur pokok yang menjadi akses utama tiga desa itu masih dibiarkan rusak.

“Kami menuntut pemerintah untuk segera memperbaiki jalan ini. Ini sudah tidak layak disebut jalan, apalagi saat turun hujan, nyaris tidak bisa dibedakan antara jalan atau sawah,” ujarnya.

Lebih jauh Sukri menuturkan, jalan dari depan Polsek Gapura ke selatan dulunya merupakan jalan yang sering dilalui truk pengangkut  garam milik PT. Garam.

Oleh sebab itu, masyarakat juga meminta juga agar PT. Garam ikut memperhatikan, dan jika perlu ijut serta berpartisipasi dalam memperbaiki kerusakan jalan ini.

“Karena dulu PT Garam sering melakukan angkut muat garam melalui jalan ini. Maka, kami juga meminta PT. Garam ikut memperhatikan, jangan hanya digunakan saat bagus, dan dibiarkan ketika rusak,” sergahnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan