Abai, Pemkab Sumenep Tak Tahu Kapan Gudang Tembakau Mulai Lakukan Pembelian

Sumenep, 9/8 (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur terkesan kurang pro aktif terhahap kepentingan petani tembakau.

Terbukti, sampai saat ini belum ada langkah kongkrit yang diambil pemerintah untuk memperjuangkan harga tembakau yang sejak beberapa tahun kurang memihak petani.

Padahal, sudah sekitar tiga pekan sebagian besar petani di Sumenep mulai melakukan panen tembakau. Namun, pemerintah setempat malah mengaku belum tahu kapan gudang tembakau akan mulai melakukan pembelian. 

Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Abd Hamid menyatakan pihaknya masih menunggu jadwal pihak gudang yang bakal melakukan pembelian tembakau rajangan tersebut. 

“Sampai hari ini kami belum menerima laporan tentang waktu pembukaan gudang,” aku Abd Hamid, Rabu (8/8/2017).

Dia mengaku, pihaknya masih akan melakukan peninjauan ke beberapa gudang yang biasa membeli tembakau rajangan dalam beberapa hari kedepan untuk memastikan jadwal dan target pembelian tembakau tahun ini.

“Memang informasinya, dibawah sudah ada pembelian tembakau, tapi jumlahnya masih sedikit,” sambungnya singkat. 

Untuk diketahui, sedikitnya terdapat tiga gudang besar tembakau perwakilan perusahaan yang melakukan pembelian tembakau rajangan setiap tahun, yaitu PT Gudang Garam di Kecamatan Guluk-guluk, PT Gudang Garam di Desa Patean dan Wismilak.

Sejauh ini, berdasarkan informasi yang didapat media ini, harga tembakau di tingkat petani sangat beragam, bergantung pada kualitas tembakau, mulai dari yang termurah Rp 25 ribu sampai dengan yang paling mahal Rp 45 ribu. 

“Kalau disini, yang kualitas rendah dihargai antara Rp 25-35 ribu, sedangkan yang super dihargai Rp 40 ribu, tapi di daerah lain katanya sudah ada yang menjual Rp 45 ribu,” tutur Bisairi (29), salah seorang petani asal Dusun Berorong, Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan