Pamekasan, 4/8 (Media Madura) – Dua orang jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Afandi mengatakan, gagalnya kedua JCH itu karena ada hal yang tidak bisa ditinggalkan, sedangkan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

“Sejauh ini sudah ada laporan satu JCH meninggal dunia dan satu orang lagi hamil, jadi dua orang dipastikan gagal berangkat,” katanya, Jumat (4/8/2017).

Kedua JCH itu adalah Damaryo dari Desa Tattangoh, Kecamatan Proppo (meninggal dunia) dan Nur Imamah warga Tenrancak, Kecamatan Pegantenan, karena hamil tua.

“Jumlah yang pasti berangkat sebelumnya 963 namun karena dua gagal jadi 961 berangkat,” tambahnya.

Sebanyak 961 JCH itu masuk pada kelompok terbang (kloter) 58, 60 dan 61. Pembagian kloter itu sudah sesuai dengan pembagian dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, yang akan diberangkatkan secara berbeda dari Pamekasan menuju asrama haji Sukolilo Surabaya.

“Kloter 58 akan diberangkatkan tanggal 16 Agustus dari Ponpes Panyeppen, kloter 60 dan 61 akan diberangkatkan tanggal 17 Agustus dari masjid Asy-Syuhada Pamekasan,” tutup Afandi.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan