Sumenep, 21/7 (Media Madura) – Para perani garam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur akhirnya bisa tersenyum lebar. Itu berkat harga garam rakyat belakangan ini terus merangkak naik.

Bahkan di tingkat petani, harga garam saat ini hampir naik 10 kali lipat dari harga biasanya, yaitu dari Rp 400-750, naik menjadi Rp 3.500 per kilogram.

“Harga garam sekarang memang sedang mahal, terakhir seharga Rp 3.500 per kilogram,” tutur salah satu petani garam asal Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Syamauri (27), Jumat (21/7/2017).

Akibat melambungnya harga garam akhirnya juga memaksa petani panen lebih awal. Selain karena alasan untuk mengejar harga garam, petani juga mengantisipasi turunnya hujan pada pancaroba ini.

“Khawatir seperti kemarin-kemarin mas, seperti sudah mau kemarau, tapi tiba-tiba turun hujan, akhirnya sebagian kita memilih panen cepat,” ungkapnya.

Syamsuri berharap, harga garam petani akan terus bertahan hingga musim tanam berkahir, karena sudah lama petani garam tidak merasakan harga yang memihak.

“Ya, kami harap pemerintah tidak mengimpor garam, supaya garam hasil produksi rakyat, terutama di Madura bisa terserap semua dengan harga tinggi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Saiful Bahri membenarkan tingginya harga garam ditingkat petani saat ini.

Menurut dia, tingginya harga garam karena faktor permintaan yang saat ini tinggi, sementara produksi garam masih banyak dalam tahap awal.

“Ya semoga harga akan terus bagus, agar petani mendapatkan hasil yang maksimal dan menguntungkan,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan