Pamekasan, 9/7 (Media Madura) – Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur Halili menyempatkan diri berkunjung ke salah satu warung kopi yang terletak di Dusun Rongrongan, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan.

Ketua dewan yang namanya masuk bursa calon bupati Pamekasan pada pilkada tahun 2018 mendatang ini mengajak ngobrol penjual kopi yang diketahui bernama Ibu Puya. Dalam obrolan tersebut ibu yang sudah tidak muda lagi ini menyampaikan keluh kesahnya yang membuat Halili merasa iba.

“Ketika saya bertanya kenapa kok hanya jual kopi di warung ini, padahal kata pengunjung yang ada pada saat itu seandainya di warung itu menjual yang lain seperti pisang goreng, mei rebus, jamu, rokok dan lainnya pasti laku. Ternyata ibu ini menjawab dengan polosnya karena tidak punya modal,” urai Halili kepada wartawan.

Halili yang datang ke warung kecil ini saat sedang berolahraga pagi dengan menggunakan sepeda gunung merasa iba dan menawarkan bantuan.

“Setelah saya tawari modal dengan sistem hutang dan tanpa memberi hasil, ibu ini senang sekali dengan waktu pembayaran yang tidak saya batasi,” ungkap Halili.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, ia memang tidak memberikan secara cuma-cuma karena menurutnya tidak mendidik.

Dalam kesempatan di warung kopi dengan sejumlah masyarakat desa setempat itu, juga digunakan sebagai ajang diskusi, silaturrahmi dan untuk serap aspirasi.

“Di samping itu banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasinya dengan bermacam-macam aspirasi. Jadi hemat saya pertemuan di warung kopi sangat berharga bagi saya dan sangat efektif, karena diselingi guyonan sehingga suasananya hidup, hitung-hitung untuk menghilangkan kejenuhan,” pungkasnya.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan