Pamekasan, 7/7 (Media Madura) – Upaya penerjemahan Al-quran ke dalam bahasa Madura terus dilakukan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Salah satunya dengan menggelar workshop, Jumat (7/7/2017) malam.

Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim mengatakan, workshop penerjemahan Al-quran ke dalam bahasa Madura yang digelar di hotel Front One adalah yang pertama.

“Workshop pertama ini, kenapa yang pertama, karena akan ada yang kedua. Ini kita lakukan setelah melakukan evaluasi dengan menghadirkan para ahli di bidangnya, terutama dalam 10 juz terjemahan Al-quran,” kata Mohammad Kosim dalam sambutannya, Jumat malam.

Di antara para ahli yang dilibatkan dalam warkshop pertama itu dari Pakem Maddhu. Mereka adalah H Muakmam dan Dradjid.

“Sangat penting menghadirkan para ahli dalam penerjemahan Al-quran ke dalam bahasa Madura dari berbagai latar belakang, ada yang ahli tafsir Al-quran dan lainnya,” ucapnya.

Selain dari Pakem Maddhu, juga melibatkan Balitbang Kementerian Agama (Kemenag) RI, yang diwakilkan Kepala Bidang Penel & Pengembangan Lektur & Khazsnah Keagamaan, Drs. Yasin Rahmat Anshori.

“Dengan banyak melibatkan para ahli ini diharapkan nantinya ada rekomendasi-rekomendasi yang mempermudah kerja tim penerjemah dalam mengerjakan tugas-tugasnya,” tegas Kosim.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Peterjemah, Moh Zahid menuturkan, workshop pertama penerjemahan Al-quran ke dalam bahasa Madura akan berlangsung hingga Minggu (9/7/2017) mendatang.

Sementara workshop kedua rencananya digelar akhir tahun 2017.

“Mungkin November atau Desember awal kita akan ada workshop kedua, yang sudah diterjemahkan semuanya, 30 juz itu,” pungkas pria yang juga menjabat Wakil Ketua II STAIN Pamekasan ini.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan