Sumenep, 6/7 (Media Madura) – Kasus kriminalitas selama Operasi Ramadniya Semeru 2017 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meningkat tajam.

Kepolisian Resor (Polres) Sumenep mencatat, peningkatan tersebut mencapai 116,66 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu.

Operasi Ramadniya Semeru 2017 merupakan agenda tahunan yang digelar serentak di seluruh Indonesia sejak Senin (19/6/2017) hingga Kamis (4/7/2017).

Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Ashar Yelly T menuturkan, kasus kriminalitas pada operasi tahun ini sebanyak 13 kasus, naik dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya 6 kasus.

“Jadi, dibandingkan dengan tahun lalu, kasus kriminalitas selama operasi Ramadniya meningkat sekitar 116,66 persen,” terang Ashar Yelly kemarin, Rabu (5/7/2017).

Dijelaskan, kasus penganiayaan menjadi yang paling banyak, padahal tahun lalu tidak ada, tapi tahun ini terdapat tiga kasus.

Kemudian, kasus pencurian hewan (curwan) dan perjudian menambah daftar kriminalitas tahun ini.

“Tapi kasus curanmor turun, dari 4 kasus menjadi 3 kasus dan curat turun dari 2 kasus pada tahun lalu menjadi 1 kasus,” imbuhnya.

Kasus lainnya seperti, penggelapan uang, bahan peledak (handak), kecelakaan, dan narkoba dinyatakan naik 100 persen.

“Untuk penggelapan uang sebesar Rp 6,5 juta,” Ashar Yelly menjelaskan.

Diakui, hingga kini pihaknya tidak bisa menjelaskan penyebab dari meningkatnya kasus kriminalitas tersebut. Karena belum dilakukan evaluasi.

“Sebenarnya kalau melihat dari kasus yang terjadi, sudah ada penurunan dari tahun lalu, cuma ini ada kasus baru. Jadi, akan kita evaluasi untuk diambil langkah pencegahan,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan