Pamekasan, 4/7 (Media Madura) – Kubu Madura United mengaku menemukan sejumlah kejanggalan usai pertandingan melawan tuan rumah, Borneo FC, Selasa (4/7/2017). Beberapa temuan itu tidak lepas dari kinerja wasit.

Laskar Sape Kerrab menelan kekalahan 0-3 lewat gol yang dicetak Flavio Beck Junior di menit 5′, 45′ (penalti), dan Shane Smeltz di menit ke-78.

Menurut Manajer Madura United, Haruna Soemitro dua dari tiga gol Pesut Etam tidak sah. Diakui, keputusan wasit, Adi Riyanto yang tidak menganulir kedua gol itu sangat merugikan timnya.

Kedua gol kontroversial itu, dikemas Flavio di menit ke-45 melalui eksekusi penalti, dan gol Smeltz di menit ke-78. Hanya gol pertama Borneo di menit ke-5 yang dianggap bersih.

“Gol pertama tendangan bebas, kiper salah mengantisipasi, gol kedua penalti Therens di pinggir menjatuhkan diri, dan gol ketiga mutlak offside,” kata Haruna.

Berat sebelah wasit semakin kentara setelah beberapa peluang Madura United berbuah gol justru tidak disahkan. Gol Slamet Nurcahyo dianulir wasit.

Selain itu, wasit tidak memberikan satupun hadiah penalti kepada Madura United. Menurut Haruna, bek Borneo, Yamashita terlihat melakukan handball di kotak terlarang berdasarkan rekaman pertandingan.

“Dua kali mutlak penalti, yang satu jelas-jelas (terjadi) di depan wasit, Yamashita menahan bola dengan tangan. Satu gol dianulir, Slamet muncul dari belakang dapat umpan heading dari Fabiano. Satu gol mutlak dari shooting Bayu diblok kiper,” bebernya.

“Capek ngomong wasit,” tutup Haruna.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan