Pamekasan, 18/4 (Media Madura) – Presiden Madura United, Achsanul Qosasi atau AQ menyebut komentator yang memandu jalannya pertandingan Madura United kontra Bali United menggunakan bahasa Madura untuk memperkuat kebhinekaan Indonesia.

“Siaran streaming dengan komentator bahasa Madura, untuk memperkuat kebhinekaan Indonesia,” tegas AQ.

“Penggunaan bahasa Madura juga untuk mengingatkan warga Madura di luar Madura akan bahasa Ibu mereka,” imbuhnya.

Pertandingan pekan pertama Liga 1, Madura United versus Bali United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Madura, Jawa Timur memang tidak disiarkan langsung oleh salah stasiun televisi swasta selaku pemegang hak siar.

Bertindak sebagai tuan rumah dan banyak permintaan agar laga itu disiarkan, manajemen Madura United akhirnya mengambil langkah taktis untuk menyiarkan pertandingan itu secara online. Yakni, dengan memanfaatkan keberadaan Madura United TV.

“Madura United TV memang belum kami launching dan kemarin siaran yang dilakukan masih sangat sederhana,” ujarnya.

Warga Madura yang tinggal di perantauan jumlahnya tidak sedikit. Jumlahnya mencapai sekitar 18 juta orang. Kondisi itulah yang mendorong manajemen klub menyediakan media agar mereka tetap bisa menyaksikan tim kebanggaanya bertanding di Liga 1.

“Tetapi, sedikit banyak itu mengobati rasa kangen warga Madura perantauan yang tidak bisa mengakses pertandingan karena tidak disiarkan langsung,” jelas AQ.

AQ memastikan, akan tetap menggunakan Madura United TV dengan komentator bahasa Madura, apabila di antara pertandingan home mereka tidak disiarkan langsung.

“Bagi yang tidak mengerti bahasa Madura, jangan tersinggung, tetaplah menikmati kelucuannya, anggap saja sedang menonton Liga Spanyol,” tuturnya.

Pengaturan jadwal pertandingan merugikan Madura United. Dimana timnya lebih banyak main sore hari dan di hari Jumat. AQ menyatakan, timnya termasuk yang tidak diuntungkan dengan jadwal main dan jadwal tayang.

“Jalan satu-satunya adalah memanfaatkan keberadaan Madura United TV, dengan cara live streaming,” paparnya.

Ide menggunakan komentator bahasa Madura murni karena niat tulus. Selain ingin ada yang berbeda, bahasa Madura harus tetap dilestarikan. Terlebih Madura United TV adalah milik manajemen klub dan tidak dikomersilkan.

“Itu semua kami komunikasikan lewat sepak bola guna mencari persahabatan dan menuju persatuan Indonesia,” urainya.

“Walaupun tidak sempurna, namun setidaknya bisa mengobati keinginan fans dan rakyat Madura yang ada di perantauan. Jadi, mari kita nikmati indahnya keberagaman dan budaya Indonesia dalam sepak bola,” pungkas AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan