Pamekasan, 8/4 (Media Madura) – Presiden K-Conk Mania, Jimhur Saros ikut berkomentar mengenai batalnya pertandingan uji coba antara Madura United kontra Persebaya Surabaya.

Jimhur ditunjuk sebagai Ketua Panpel pertandingan uji coba kedua kesebelasan dalam rangka launching tim Madura United untuk Liga 1 2017, yang rencananya digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada 11 April mendatang.

Persebaya mengajukan syarat agar Madura United mau melepas penyerangnya, Rishadi Fauzi dengan sistem barter. Namun, kubu Madura United tidak bisa memenuhinya. Kondisi tersebut, diduga menjadi salah satu faktor pertandingan uji coba batal digelar.

Jimhur mengatakan, keinginan Persebaya terhadap Rishadi Fauzi tidak ditunjukkan secara gentleman. Menurutnya, menajemen Persebaya hanya berani ramai dan koar-koar di media tanpa datang melamar.

“Rishadi Fauzi adalah perawan pingitan Madura United. Bagaimana mungkin Persebaya sebagai peminangnya berdendang duluan ke banyak orang untuk memaksa Madura United menerima pinangan, sementara pelamarnya tidak datang, mana mungkin pingitan Madura United dikasih,” katanya.

Jimhur mengaku, sebagai Panpel pertandingan, ia sudah menyiapkan segalanya. Termasuk izin keramaian dari kepolisian setempat pun sudah dikantonginya.

“Kita Panpel pertandingan uji coba sudah mendirikan terop, penyambut tim tamu juga sudah didandani. Semuanya sudah lengkap, bahkan izin keramaian dari polres juga sudah dibahas,” tegas Jimhur.

Jimhur berharap Persebaya segera memberikan kepastian soal keinginannya tersebut. “Kami pikir, jika memang serius meminang pingitan kami, datanglah dan pinang dengan baik-baik, lalu kita bicara,” ujarnya.

“Besok siang, sebelum matahari tergelincir, kami ingin mendapatkan kepastian, sebelum kami minta calon pingitan kembali dimasukkan ke rumah lagi,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan