Sumenep, 5/4 (Media Madura) – Rencana pembangunan payung megah ala Masjid Nabawi, Madinah di jantung kota Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapat tanggapan beragam dari sejumlah kalangan.

Sebagian kalangan menilai, proyek yang direncanakan akan menelan dana sebesar Rp 11 miliar itu kurang realistis dari segi anggaran, terlebih kemanfaatannya tidak jelas. 

Namun begitu, salah satu program untuk keindahan kota tersebut disambut positif oleh kalangan legislatif, bahkan Komisi III DPRD Sumenep mendukung penuh rencana tersebut.

“Anggaran Rp 11 miliar itu sebenarnya tidak besar, anggaran itu sudah realistis, karena tujuannya untuk menata kota dalam rangka menyambut visit year 2018,” ujar Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Dul Siam, Rabu (5/4/2017).

Politisi PKB itu menyebut kota Sumenep memang harus punya Ikon yang membanggakan, apalagi Masjid Jamik Sumenep memang sudah dikenal sebagai salah destinasi wisata religi. 

“Jadi kami kira tidak berlebihan, kalau ditanya bagaimana pemanfaatannya. Ini bukan soal pemanfaatan, melainkan tentang keindahan kota,” tukasnya.

Kata Dul Siam, sejauh yang diketahuinya, pembangunan payung canggih seperti Masjid Nabawi baru ada satu dua kota di Indonesia, dan pengerjaannya menjadi sangat mahal karena peralatannya banyak yang harus didatangkan dari luar negeri. 

“Maunya memang sekalian (satu tahun penganggaran), tetapi karena anggarannya sangat besar, maka akan dikerjakan dua tahap, tahun ini mungkin pondasinya dulu, baru tahun berikutnya finishing,” tutupnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan