Sumenep, 15/3 (Media Madura) – Informasi adanya penculik anak yang meresahkan masyarakat mungkin tidak sepenuhnya salah. Pasalnya, Dua bocah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga nyaris menjadi korban penculikan itu. 

Kedua korban itu adalah, Baisuni (12) dan Qadi Ilyas(8) yang merupakan warga Dusun Mannian, Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep.

Peristiwa itu, terjadi Selasa (14/3/2017) sekitar pukul 12.00 WIB, saat itu korban tengah di sawah menjaga padi milik orang tuanya. Lalu datang seorang perempuan mengendarai sepeda motor Honda merek Beat dan menghampiri keduanya.

Kemudian menyusul dua lelaki yang turun dari mobil dan memegang tangan Qodi Ilyas dan berusaha membekap mulut korban. 

Namun, keduanya melakukan perlawanan dengan cara menggigit tangan pelaku, sedangkan Baisuni melepas peluru ketapel ke arah pelaku. 

“Dan dua anak tadi berhasil kabur dan selamat dari dugaan penculikan itu,” terang warga setempat menceritakan seperti yang diceritakan kedua korban. 

Lebih lanjut dia menceritakan, pelaku semuanya berjumlah 3 orang, dua laki-laki dan satu perempuan, tanda-tandanya yang perempuan mengenakan cadar. 

“Keterangan kedua korban ke polisi seperti itu (salah satu pelaku bercadar),” ungkapnya. 

Sementara itu, Kapolsek Batang-batang AKP Sutrisno usai turun ke TKP dan melakukan reka ulang menjelaskan, bahwa pihaknya sedikit menyangsikan keterangan para korban. 

“Ini dugaan penculikan anak yang kata korban, dirinya dibius. Hanya kalau benar dibius, korban kok tidak pingsan. Korban masih sempat melawan dengan menggigit tangan pelaku dan setelah dilepas, langsung lari,” ungkapnya. 

Selain itu, kata Sutrisno, tidak ada saksi lain yang bisa dimintai keterangan selain dua korban itu. Bahkan, Bu Eni yang kata korban saat peristiwa itu ada di sekitar lokasi saat ditanya kepolisian malah tidak tahu menahu.

“Bu Eni yang kata korban saat itu ada di sawahnya tidak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara, Red) mengaku tidak tau apa-apa,” sambungnya.

Namun demikian, pihaknya akan terus mencari informasi berkaitan dengan isu teror penculikan ini karena sudah meresahkan masyarakat terutama para orang tua 

“Dengan kejadian ini, kami sarankan tidak perlu resah, namun tetap waspada, karena kejahatan tidak ada yang tahu akan menimpa siapa, kapan dimana,” pungkasnya.

Tidak hanya di Sumenep, Senin (12/4) kemarin dugaan aksi percobaan penculikan siswa juga terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gunung Sekar 4 Jalan Delima Kecamatan Kota Sampang.

Kepala Sekolah di SDN Gunung Sekar 4 Sampang menceritakan aksi percobaan penculikan menimpa Rahmat Trianto (tengah) didampingi Wali Kelas Heni, Selasa (14/3/2017) siang.

Peristiwa itu menimpa kepada Rahmat Triyanto (11) siswa kelas III. Beruntung, korban berani melarikan diri dan meminta pertolongan kepada guru. Sehingga dugaan penculikan siswa itu berhasil digagalkan.

Awalnya, pukul 11.00 WIB korban mengantarkan pulang temannya ke Jalan Kenari menaiki sepeda. Namun, sesampainya tengah perjalanan menuju rumah, Rahmat mengaku dicegat komplotan penculik yang berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor.

Para penculik itu tiba-tiba mendekat dan menanyakan alamat rumah korban. Mengetahui orang tak dikenal, korban langsung berbalik arah kembali ke sekolah meminta pertolongan ke salah seorang guru.

Sebab, korban mencurigai ketika akan mendekati korban, pelaku hendak mengeluarkan sesuatu dari dalam saku baju yang diduga senjata tajam.

“Saya curiga karena tidak kenal, tiba-tiba berhenti di depan sepeda langsung tanya ‘Rumah adek dimana’. Sebelum mengeluarkan benda berbahaya itu akhirnya kembali lagi ke sekolah dan menceritakan kejadian itu ke guru agar pulangnya diantarkan,” terang Rahmad kepada wartawan.

Rahmat menceritakan, ciri-ciri penculik tersebut seorang laki-laki berjenggot, memakai baju sorban serba putih. Sedangkan, penculik perempuan memakai cadar berwarna hitam.

Bahkan kasus serupa juga dikabarkan terjadi di Pamekasan, tepatnya di Kecamatan Waru. Kabar tersebut sempat viral di media sosial bahwa telah terjadi penangkapan terhadap seorang wanita yang dianggap penculik anak.

Namun setelah diselidiki lebih lanjut, wanita itu diketahui warga Desa Batu Kerbuy Kecamatan Pasean dengan mempunyai riwayat gangguan mental.

Menanggapi hal itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho mengaku, selama ini memang banyak berita hoax yang tersebar di masyarakat tentang penculikan anak, tetapi hingga saat ini belum ada laporan tentang peristiwa penculikan anak seperti informasi yang beredar tersebut.

Tetapi, kata dia, apabila ada orang yang dicurigai akan melakukan tindakan kriminal termasuk menculik anak, masyarakat diharap untuk segera melapor kepada pihaknya serta aparat desa setempat dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Pada dasarnya info yang berkembang disebar melalui medsos, dimohon masyarakat tidak ikut menyebarkan berita yang belum tentu benar,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan