Pamekasan, 15/3 (Media Madura) – Warga di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mulai resah dengan beredarnya informasi penculikan anak melalui berbagai media sosial, khususnya melalui facebook.

Dalam broadcast informasi yang sumbernya tidak jelas itu, menerangkan bahwa seorang wanita berpura-pura gila untuk menculik anak, khususnya siswa yang hendak pergi dan pulang sekolah. Sayangnya tidak sedikit warga yang termakan adanya informasi hoax tersebut dan justru menyebarkannya melalui berbagai media sosial. Bahkan dalam setiap harinya informasi tersebut terus menyebar.

Yang terbaru, pada Selasa (14/03/2017) kemarin, informasi beredar di jejaring facebook tentang tertangkapnya seorang wanita pelaku penculikan di Dusun Brukoh, Desa Bajang, Kecamatan Pakong. Informasi tersebut membuat warga setempat ketakutan. Hal itu juga membuat Kades Bajang, Moh Mokri gerah.

“Berita ini tdak benar dan ini sangat meresahkan masyarakat Bajang khususnya dan Pamekasan pada umumnya,” kata mantan wartawan mediamadura.com ini.

Bahkan, Mokri sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum terhadap penyebar berita bohong yang telah meresahkan warganya itu.

“Karena ini sudah sangat meresahkan masyarakat banyak, maka saya akan menempuh jalur hukum agar hal serupa tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho menuturkan, selama ini memang banyak berita hoax yang tersebar di masyarakat tentang penculikan anak, tetapi hingga saat ini belum ada laporan tentang peristiwa penculikan anak seperti informasi yang beredar tersebut.

Tetapi, kata dia, apabila ada orang yang dicurigai akan melakukan tindakan kriminal termasuk menculik anak, masyarakat diharap untuk segera melapor kepada pihaknya serta aparat desa setempat dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Pada dasarnya info yang berkembang disebar melalui medsos, dimohon masyarakat tidak ikut menyebarkan berita yang belum tentu benar,” pungkasnya.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan