Pamekasan, 21/2 (Media Madura) – Empat anggota dari unsur pimpinan Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur kompak mendukung Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) dikelola oleh manajemen Madura United.

Permintaan pertama dikatakan oleh Ketua DPRD Pamekasan, Halili mendukung upaya pihak ketiga dalam hal ini Madura United untuk mengelola stadion yang berada di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan itu.

“Stadion itu membutuhkan pengelola yang profesional dan tahu tentang bisnis sepak bola. Apalagi stadion tersebut masih butuh banyak tambahan fasilitas,” katanya, Selasa (21/2/2017).

Diakui oleh adik kandung Bupati Pamekasan, Achmad Syafii itu, dirinya pernah mendapat laporan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Mohammad bahwa klub asuhan Gomes De Olievera itu siap menambah kekurangan fasilitas stadion, seperti musala dan lainnya.

“Saya katakan kepada pak Mohammad, itu bagus (dikelola MU), karena perhitungannya kalau kita hanya mengandalkan APBD, jelas kita tidak mampu dalam waktu dekat ini, ” tambahnya.

Permintaan kedua dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Suli Faris, jika dirinya lebih sepakat dikelola oleh pihak ketiga. Pasalnya, bila dikelola oleh Pemkab kebutuhan yang mendesak tidak bisa langsung terlaksana karena butuh pengajuan anggaran.

“Saya lebih suka dikelola oleh pihak ketiga meskipun bukan klub bola, sehingga perawatannya lebih cepat. Kalau dikelola dinas saya khawatir lambat perawatannya, karena masih harus diajukan untuk dapat anggaran. Dan sangat rawan sekali,” katanya singkat.

Permintaan ketiga dilontarkan oleh Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi. Menurutnya, stadion yang baru rampung itu perlu ada pihak ketiga yang mengelolanya. Tentu, pihak ketiga tersebut adalah orang-orang yang betul paham tentang sepak bola dan pernak pernik bisnis yang menyertainya.

“Pemkab nanti bisa mengambil manfaatnya saja, seperti PAD (Pendapatan Asli Daerah), dan juga efesiensi anggaran, terutama masalah perawatan,” jelasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, pihaknya tengah membahas pihak ketiga yang akan mengelola stadion tersebut. Sejauh ini sudah ada pihak ketiga yang siap mengelolanya.

“Madura United sudah siap mengelolanya, tinggal finalisasi di top manajemen. Misalnya, kalau kabupaten ya bupati, kalau Madura United, ya bapak Achsanul Qosasi, kami sangat mendukung,” pungkasnya.

Terakhir diungkapkan oleh Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail. Dengan adanya surat teguran dari PSSI stadion itu diperkirakan akan menelan anggaran lebih dari Rp 700 juta untuk memperbaikinya. Makanya ia meminta agar pengelolaannya dipasrahkan kepada Madura United sehingga kebutuhannya bisa terpenuhi.

“Kalau Pemkab yang mengelola sangat ribet karena masih harus ini-itu, dan Sangat disayangkan jika pemerintah ngotot mengelolanya karena kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia sangat menguntungkan kepada Pemkab dan perekonomian masyarakat,” tegas Mantan aktivis PMII Pamekasan itu.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan