Sumenep, 17/2 (Media Madura) – Proses penjinakan benda mirip bom rakitan yang ditemukan di depan rumah aktivis anti korupsi A Effendi di Jalan Raya Garuda, Desa Pandian Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur cukup menegangkan.

Untuk memusnahkan benda mirip bom pipa itu, tim penjinak bom (JiBom) yang didatangkan oleh Kepolisian Rosor Sumenep dari Pamekasan itu membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Baru sekitar pukul 20.24 tim Jibom sampai di tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu sejumlah petugas langsung menseterilkan lokasi sekitar, termasuk mengolkosongkon rumah Fendi. Itu dilakukan guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan saat proses penjinakan.

“Diimbau kepada semua warga agar mundur 60 meter ke belakang,” siarnya salah satu petugas saat itu.

Setiap sudut saat proses penjinakan dijaga ketat petugas Brimon lengkap dengan senjata laras panjang dan dibantu oleh TNI dan personel Polres Sumenep.

Saat itu tim JiBom memindahkan lokasi benda yang diperkirakan jika meledak dalam radius 20 meter persegi, dari atas tembok pagar ke jalan raya beraspal (tempat terbuka) yang tak jauh dari lokasi penemuan benda tersebut.

Tak lama kemudian dua orang yang mengunakan Body Armor (baju antiledak) bertindak memeriksa benda tersebut. Setelah itu kedua anggota yang mengunakan Body Armor memasang alat discrupter yang gunaya untuk menghancurkan dan merusak penyala paket bom.

Akhirnya tak butuh lama setelah menjauh timbul sebuah ledakan kecil seperti ledakan mercon ukuran kecil. Pasca ledakan tercium bau seperti obat messiu yang biasa dipakai bahan peledak seperti mercon.

Proses peledakan itu diperkirakan terjadi pada pukul 21.30 WIB, sebelum diledakkan semua hand phone milik warga diimbau untuk dinonaktifkan sementara.

Proses penjinakan tersebut baru dinyatakan selesai sekitar pukul 23.00 WIB setelah serpihan benda warna merah itu ditemukan oleh tim Jibom.

“Proses cerai berai telah selesai dilakukan,” kata Kapolres Sumenep Ajun Komisaris Besar Polisi H Joseph Ananta Pinora saat di lokasi.

Menurutnya, proses penjinakan dinilai telah menguras tenaga yang cukup banyak, karena proses dari awal hingga akhir membutuhkan waktu sekitar delapan jam lamanya.

“Proses penyelidikan kami batasi, karena cukup melelahkan dan waktunya sudah larut malam,” urainya.

Mantan Kasat Intel Polrestabes Surabaya itu mengatakan, proses penyelikan kasus tersebut akan dilanjutkan. Semua serpihan dan bahan logam yang berada di dalam tujuh benda mirip bom pipa itu dibawa ke markas tim Jibom di Pamekasan.

Hasil penyelidikan dan hasil serpihan, benda tersebut terbuat dari pralon. Namum sayangnya Pinora belum bisa menyampaikan barang serpihan lain dengan alasan karena masih dalam proses penyelidikan.

“Yang jelas bahannya dari pralon, tapi untuk lengkapnya kami belum bisa menjelaskan ke publik, ini masih dalam tahap inventigasi,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat sekitar untuk tidak takut dan menjalankan aktivitas sehari-hari sebagaimana biasanya, karena benda mencurigakan itu sudah dimusnahkan.

“Kami pastikan semuanya aman dan terkendali, masyarakat tidak perlu takut, kami pasti akan memberikan pengamananan ekstra kepada masyarakat di wilayah hukum Mapolres Sumenep ini,” tandas Pinora.

Reporter: Panji Agira
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan