Pamekasan, 3/2 (Media Madura) – Siswa yang menjadi korban pencabulan seorang guru di Kecamatan Pasean, Pamekasan, Madura, Jawa Timur bertambah satu orang. Dengan demikian, total korban sudah menjadi 8 orang.

Kepolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nugroho mengatakan, sebelumnya memang hanya 7 siswa yang menjadi korban pencabulan dan melaporkan kasusnya ke Mapolres Pamekasan. Namun, setelah kasusnya dikembangkan lebih lanjut, ternyata pelaku juga mencabuli siswa lain.

“Sekarang korbannya bertambah satu orang lagi dan menjadi 8 orang korban,” katanya kepada media di Pamekasan.

Nowo menegaskan, akan tetap mengembangkan kasus tersebut hingga tuntas. Selain itu, meminta pihak keluarga siswa yang lain agar tidak takut untuk melaporkan bila anaknya menjadi korban perbuatan tak senonoh pelaku.

“Selanjutnya mungkin kita akan kembangkan lagi. Siapa tahu ada korban-korban lagi yang belum berani melapor,” ungkapnya.

Nowo menambahkan, pemeriksaan terhadap para korban maupun keluarga korban tidak dilakukan di mapolres. Akan tetapi tim penyidik mendatangi langsung rumah para korban. Itu dilakukan untuk menjaga psikologis korban.

“Kita pemeriksaan tidak melakukan pemanggilan. Kita datangi (rumah) korban untuk menjaga psikologis masing-masing korban,” Nowo menandaskan.

Kasus pencabulan terhadap 8 siswa yang dilakukan soerang guru bernama Moh Mosleh sudah berlangsung lama. Pelaku memulai aksinya terhadap siswanya itu sejak tahun 2015 silam. Pelaku secara bergantian mencabuli siswanya.

Dalam melakukan aksi bejatnya itu, pelaku meraba dada hingga daerah intim siswanya. Kasus tersebut baru terungkap pada tahun 2016. Tapi keluarga korban baru melaporkan kejadian itu ke Mapolres Pamekasan pada 18 Januari 2017 lalu.

Pelaku yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh kepolisian akhirnya menyerahkan diri ke Polres Pamekasan pada 28 Januari.

Pelaku merupakan warga Desa Tlontoraje, Kecamatan Pasean. Sementara 7 korban inisial FN (14), AA (16), MA (16), FF (16), FF (14), YH (14), SR (14), tercatat sebagai warga Kecamatan Pasean. Polisi belum menyebutkan identitas korban kedelapan tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan