Pamekasan, 23/1 (Media Madura) – Ketiga siswa yang diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur di kamar kos mengaku gara-gara telat masuk sekolah, sehingga ia memilih bolos sekolah.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Pamekasan, M Sjamsuridjal Arifin mengatakan, dari hasil penyidikan ketiganya memilih bersantai di kamar kos karena takut ditindak di sekolahnya.

“Alasannya sama, yaitu takut pada gurunya karena telat nyampek ke sekolah,” katanya pada sejumlah wartawan.

Untuk itu pihaknya langsung memberikan tindakan secara tegas, dengan memanggil guru serta orang tuanya. Selain itu ketiganya diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Ketiganya saat ini sudah didatangi Guru BK-nya, serta orang tuanya,” tambahnya.

Adapun ketiganya masing-masing SMF (17) siswi SMKN 3, KTM (16) siswi SMPN 4, keduanya warga Jalan Agussalim, Pamekasan, dan MYA (18) siswa SMAN 5 warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan.

Senentara Guru BK SMPN 4 Pamekasan,
Trisnawati, mengatakan, siswi tersebut pasti dilakukan penindakan, namun ia memasrahakan pada kepala sekolah.

“Semuanya biar kepala sekolah yang memberi tindakan,” katanya singkat.

Sedangkan Guru BK SMAN 5 Sri Sifwati, akan memberikan tindakan khusus. Minimal ia akan mewajibkan siswa tersebut belajar di ruangannya.

“Kita mempunyai kewajiban untuk mendidik anak tersebut, makanya saya akan didik. Apalagi ia tercatat tidak pernah melanggar,” tegasnya.

Sementara guru SMKN 3 enggan memberikan komentar. “Maaf saya bukan guru BK-nya, saya hanya ditugas kesini untuk memastikan kebenaran siswa SMKN 3,” katanya singkat dengan tidak menyebutkan nama.

Penulis: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan