Sumenep, 22/1 (Media Madura) – Tiga warga Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diketahui masih satu keluarga terdiri dari paman dan dua keponakan menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh segerombolan pengamen di depan masjid jamik atau sebelah utara Polsek Kota setempat, Minggu (22/1/2017) dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

Akibat kejadian itu, ketiga korban yang semuanya warga Kecamatan Kota Sumenep yakni Lukman Efendi (30) warga Kacongan, mengalami 2 luka bacok di bagian pinggang sedalam 10 cm dan panjang 5 cm. 

Kemudian Achmad Zaky Tamimi (21) warga Kelurahan Pajagalan, mengalami luka memar di sekujur tubuhnya, sedang Rizal (21) warga Desa Parsanga, luka lecet di bagian pipi dan telinga.

“Saat ini ketiga korban masih dirawat di ruang UGD Rumah Sakit dr. H. Moh. Anwar Sumenep,” terang Hozaima orang tua Achmad Zaky Tamimi.

Versi keluarga korban, pada waktu itu  Achmad Zaky Tamimi dan Rizal hendak makan di depan Masjid Jamik di warung orang tuanya sendiri, namun tiba-tiba salah seorang pedagang lain yang bernama Nasrah yang juga berjualan nasi tepat di sebelahnya menegur dengan bahasa kasar dan menantang. 

Kareba tidak terima ditegur korban Ahcmad Zaky Tamimi langsung pulang dan kembali bersama pamannya (Lukman Efendi).

“Namun sebelum turun dari sepeda motor, Zaky dan pamannya langsung diserang puluhan orang yang diduga pengamen yang sengaja diundang oleh Nasrah dan menantunya Rudi,” paparnya.

Akhirnya, terjadilah pengeroyokan terhadap Rizal, Achmad Zaky Tamimi dan Lukman Efendi. Kemudia beberapa pelaku langsung mengambil celurit dan perkakas yang ada di dalam mobil bernopol M 873 A.

“Ada sekitar 20 orang yang mengeroyok anak saya hingga babak belur dan adik saya mengalami luka bacok, kini harus dirawat di RSUD Moh. Anwar,” tukasnya menceritakan.

Ia menerangkan, pada saat kejadian sempat salah seorang pelaku ditangkap polisi, akan tetapi justru dilepas. Tidak hanya itu saja, mobil bernopol M 873 A juga dilepas oleh petugas, padahal pada saat itu ada anggota provost Polres Sumenep.

“Entah kenapa kok polisi melepas mobil yang dipakai pelaku. Padahal ada anggota Provos Polres Sumenep di lokasi kejadian. Itu kan satu-satunya alat bukti untuk mengetahui pelaku pengeroyokan dan pembacokan. Karena celurit dan benda tajam lainnya diambil dari dalam mobil itu oleh pelaku,” ujarnya penuh amarah.

Untuk itu, keluarga korban berharap polisi segera menangkap pelaku dan bersikap adil pada masyarakat kecil. “Kami harap pelaku segera ditangkap. Kami pasrahkan kejadian ini kepada kepolisian untuk diusut tuntas,” pungkasnya.

Penulis: Panji Agira
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan