Sumenep, 16/1 (Media Madura) – Suryanto (40) warga Dusun Tonggung, Desa Dasuk Timur, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dianiaya oleh tetangganya sendiri yakni MR (40) hanya gara-gara hal sepele, yakni motornya terkena senggol.

Menurut Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora melalui Kasubag Humas AKP Hasanudin, Peristiwa penganiayaan terjadi karena hanya salah paham. 

Dijelaskan Hasan, penganiayaan berawal ketika korban (Suryanto, red) yang hendak pulang dari sawah dengan menggunakan kendaraan roda dua, bertemu dengan RD yang merupakan orang tua dari MR. 

“Kemudian mereka saling bertegur sapa, selang beberapa saat, MR juga melintasi jalan tersebut dengan mengendarai motor roda tiga dari arah barat dan menyenggol sepeda motor milik Suryanto,” sambungnya, Senin (16/1/2017).

Tidak terima motornya keserempet, lanjut Mantan Kapolsek Manding ini, korban lalu menegur MR dengan nada yang cukup tinggi. 

“Sembarangan naik motor, dikira ini jalanmu,” ujar Hasan menirukan ucapan korban.

Mendengar ucapan itu, MR lalu turun dari kendaraannya dengan membawa sebilah celurit. Celurit tersebut lalu disabetkan ke Suryanto, korban juga sempat menghindar, namun tiba-tiba RD (orang tua MR) mendekap korban sehingga tidak bisa bergerak. 

“Dalam keadaan terdesak korban menangkis sabetan celurit itu dengan tangan kiri. Akibatnya, tangan kiri korban mengalami luka robek,” sambungnya.

Beruntung, peristiwa penganiayaan itu diketahui oleh adik korban yakni Hamdani yang berada tidak jauh dari lokasi dan berhasil melerai dan mengamankan kakak kandungnya (Suryanto, red) dari luka yang lebih parah lagi. 

Oleh karena itu, Hamdani membawa kakaknya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Kemudian langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Dasuk untuk mencari keadilan.

“Saat ini anggota Polsek Dasuk tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, perkembangannya nanti akan kami informasikan,” tandasnya.

Penulis: Panji Agira
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan