Jakarta – Pada hari Minggu (10/12/2017), mahasiswa asal Kabupaten Bangkalan secara resmi terwadahi dalam organisasi daerah bernama DMB (Dermaga Mahasiswa Bangkalan) Jabodetabek.
Pengukuhan organisasi tersebut digelar di Aula Meunasah Fatahillah, Ciputat, Tangerang Selatan. DMB Jabodetabek dikukuhkan langsung oleh wakil Bupati Bangkalan KH. Mondir A. Rofii selaku Dewan Pembina DMB Jabodetabek.
Selain dihadiri oleh Wakil Bupati Bangkalan, acara pengukuhan organisasi dan pengurus DMB Jabodetabek juga dihadiri oleh dewan pembina lainnya yaitu, Drs. KH. Masduki Baidlowi (wakil sekjen PBNU) dan Atina Izza Maktub, S.HI, M.Sc (Akademisi muda).
Dalam acara tersebut banyak pesan yang disampaikan oleh para dewan pembina kepada pengurus dan anggota DMB Jabodetabek. Salah satunya Bapak Masduki, ia berpesan agar DMB Jabodetabek tidak hanya semangat di awal saja.
“Sebagai organisasi yang baru derdiri dmb ini harus tetap berjalan jangan sampai berhenti di tengah jalan, semangat yang menggelora dalam darah anak muda bangkalan ini harus dijaga dan diarahkan.” tuturnya.
Selain itu, Ra Mondir, sebagai orang yang memiliki otoritas politik dan orang yang ditokohkan di Bangkalan, juga memberi pesan tentang pentingnya organisasi daerah dalam mengoptimalkan desentralisasi pembangunan.
“Dalam pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari dukungan anak muda, anak muda dan mahasiswa harus menjadi pelopor pembangunan itu sendiri, maka ketika mahasiswa yang merantau sudah selesai dengan masa studinya, mahasiswa harus pulang ke daerah asalnya untuk untuk juga ikut berkontribusi dalam membangun daerahnya,” pesan dalam sambutannya.
Ketua umum DMB Jabodetabek terpilih, Farid Taqwim, memberikan sambutan pertama usai dilantik. Dalam sambutannya memaparkan sejarah berdirinya organisasi tersebut.
Menurutnya DMB didirikan untuk menjadi wadah bagi mahasiswa Bangkalan yang menempuh pendidikan di Jabodetabek. “Pembentukan DMB ini bertitik tolak dari kegelisahan mahasiwa Bangkalan yang merantau mencari ilmu di ibu kota, dibandingkan dengan kabupaten lain di Madura, hanya Bangkalan yang belum memiliki organisasi daerah yang mampu mewadahi mahasiswa Bangkalan di Jabodetabek, sehingga dirasa perlu untuk membentuk organisasi daerah yang memegang prinsip persaudaraan dan bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di bangkalan” ujar Taqwim, sapaannya.
Di akhir sambutannya ia berpesan agar mahasiswa bangkalan yang tergabung dalam dmb jabodetabek tetap solid untuk terus bahu membahu dalam memberikan bakti nyata terhadap bangkalan, dengan tetap berpegang teguh pada prinsip persaudaraan (salam sataretanan).
Rilis


