Sampang, (Media Madura) – Beredar video viral seorang warga merekam sebuah kendaraan truk mengangkut pupuk subsidi diduga hendak diselundupkan menuju luar Madura, Senin (15/12/2025).
Video yang diterima Media Madura dengan berbagai durasi tersebut direkam tertanggal 12 November 2025 pada pukul 15.20 WIB.
Truk bernopol M 8xxxx UN (dirahasiakan) terekam kamera warga saat melintas di Jalan Raya Lomaer, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan.
Perekam video berujar bahwa truk berwarna bak putih dan tutup bak biru itu berasal dari salah satu gudang distributor pupuk di Sampang.
Diduga, truk membawa pupuk subsidi sekitar 10 ton itu dijual secara ilegal menuju ke jawa.
Warga yang merekam mulai membuntuti kendaraan truk sejak keluar dari gudang pupuk di Sampang hingga ke Surabaya.
Ketua Bidang Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sampang Nidomuddin, mengakui video tersebut juga diterima HKTI Sampang.
Kata Nidom, praktik penyelundupan pupuk bersubsidi di gudang distributor Sampang dilakukan secara terang-terangan di siang bolong tanpa pengawasan dan penindakan aparat kepolisian maupun instansi terkait.
”Perekam video ini membuntuti aktivitas gudang sejak di Sampang sampai ke Surabaya, anehnya polisi kok tutup mata,” ujarnya.
Menurut dia, penyelundupan pupuk subsidi keluar daerah merupakan tamparan keras pihak terkait ditengah keresahan petani di Sampang untuk mendapatkan pupuk subsidi.
”Sangat tidak adil, petani sangat sulit mendapatkan pupuk malah dijual keluar daerah, kita harus laporkan ini,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang Suyono menanggapi hal itu. Dia menegaskan, distribusi pupuk subsidi di Sampang menjadi tanggung jawab dan kewenangan pihak distributor dengan Pupuk Indonesia (PI).
”Biasanya pupuk subsidi akan keluar (didistribusikan) dari gudang kalau ada DO (Delivery Order), ini yang tahu sebenarnya PI dan kalau tanggung jawab kami dari kios ke petani,” terang Suyono.
Tahun ini, diakui Suyono, Dinas Pertanian mengajukan tambahan alokasi pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian (Kementan) agar sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) para petani di Sampang.
”Tambahan pupuk subsidi jenis urea sebanyak 24.000 ton dari sebelumnya 7.000 ton, sehingga dengan begitu kebutuhan pupuk di Sampang dipastikan sangat mencukupi,” jelasnya. (Ryan Hariyanto/Znl)
Viral! Truk Angkut 10 Ton Pupuk Subsidi di Sampang Diselundupkan Keluar Madura
- Advertisement -


