24.7 C
Madura
Sabtu, Maret 7, 2026

Hj. Ansari: Petani adalah Pahlawan Pangan Nasional

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari mengatakan bahwa petani adalah pahlawan pangan nasional dan berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan Indonesia.

Tetapi, kata Legislator perempuan asal Madura ini, hingga saat ini kesejahteraan mayoritas petani di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan.

“Ini sebuah ironi, petani adalah pahlawan pangan nasional, mestinya kesejahteraan terpenuhi, tetapi faktanya para petani kita masih jauh dari kata sejahtera,” urainya saat ditemui usai berdialog dengan petani dengan mendatangi sawah di Kabupaten Pamekasan.

Momentum Hari Tani Nasional tahun 2025, kata anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini, harus menjadi bahan evaluasi bersama tentang bagaimana mendorong kesejahteraan petani, setiap persoalan yang dihadapi oleh petani diberikan solusi.

“Momentum hari tani nasional tahun ini harus menjadi evaluasi, apakah karena faktor SDM, faktor sistem pertanian atau justru memang ada hal lain yang membuat petani kita kesejahteraannya tidak terpenuhi. Mayoritas petani kita masih berada di bawah garis kesejahteraan yang diharapkan,” terangnya.

Bung Karno gelisah melihat realitas taraf hidup petani yang tidak meningkat walaupun memiliki aset pertanian, padahal Indonesia adalah negara agraris yang kaya dengan hasil buminya. Atas dasar itulah, sang proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, mencetuskan lahirnya Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) nomor 1960 pada tahun 1963, untuk mengapresiasi perjuangan petani.

Hj. Ansari yang dilahirkan dan dibesarkan oleh keluarga buruh tani ini berharap agar kesejahteraan petani, buruh tani yang merupakan pahlawan pangan nasional terus meningkat.

“Saya berharap agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kesulitan yang dihadapi oleh petani, sehingga kesejahteraannya meningkat, karena petanilah ketahanan pangan yang saat ini digalakkan oleh pemerintah akan terwujud, tanpa petani maka program ketahanan pangan nasional tidak akan terwujud,” tegasnya.

Karena itu, ia komitmen untuk terus menyuarakan setiap persoalan yang dihadapi para petani kepada pemerintah sebagai bentuk amanah dan tanggungjawab sebagai wakil rakyat.

Berdasar data dinas pertanian, potensi luas lahan pertanian di Madura, sekitar 46 persen dari total luas wilayah Madura atau sekitar 209.769 hektare, berpotensi untuk budi daya padi, termasuk potensi lahan untuk tanaman jagung juga sangat besar, mencapai 300 ribu hektare.

Selain itu, Madura juga memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas pertanian tertentu, seperti jagung, padi, tembakau, tebu, garam, rempah-rempah, serta berbagai jenis tanaman pangan lainnya. Kendala yang seringkali menjadi tantangan meliputi kekurangan air, kualitas lahan, alih fungsi tanah, keterbatasan teknologi serta deagrarianisasi.(Ist/Rls)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article