Berdialog dengan Petani, Hj. Ansari Dengar Langsung Keluhannya

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, Hj. Ansari berdialog dengan petani untuk mengetahui persoalan yang sedang dihadapi oleh petani saat ini.

Kepada wartawan, legislator perempuan ini mengatakan, pada hari tani nasional tanggal 24 September 2025 ini, ia ingin menyerap informasi tentang persoalan yang dihadapi oleh para petani.

“Sebagai anak desa, anak petani yang saat ini diberi amanah untuk menjadi wakil rakyat, saya ingin menyerap informasi tentang persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh petani, baik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, yang dihadapi saat ini maupun kendala musim tanam selanjutnya,” kata anggota Komisi VIII ini.

Dikatakan, setiap keluhan dan informasi dari petani nantinya akan disampaikan kepada pemerintah agar persoalan yang dihadapi oleh petani di Madura bisa mendapatkan solusi.

“Nantinya melalui fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, setiap informasi dan keluhan dari petani akan kita bahas dan akan disampaikan kepada pemerintah agar segera diselesaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, anggota DPR RI perempuan satu-satunya dari Madura ini menguraikan, berdasarkan hasil dialog dengan sejumlah petani, baik petani tembakau, kacang hijau dan komoditas pertanian lainnya, persoalan yang dihadapi oleh petani di Madura bukan hanya persoalan kelangkaan pupuk, tetapi banyak hal yang perlu perhatian dari pemerintah.

“Tidak hanya soal pupuk, tetapi banyak hal lainnya, termasuk peningkatan kapasitas petani dalam bercocok tanam, persoalan jual beli hasil petanian, sulitnya akses permodalan dan sebagainya,” tegasnya.

Ditegaskan, sebagai anak seorang petani, ia berkomitmen untuk terus menyuarakan setiap persoalan yang dihadapi petani kepada pemerintah.

Bung Karno, kata Legislator PDI Perjuangan ini, pernah mencetuskan bahwa para petani, buruh, dan masyarakat miskin memiliki alat produksi sendiri namun kesejahteraannya tidak meningkat akibat sistem yang tidak berpihak.

“Dalam rangka menyambut hari tani nasional, saya berharap agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kesulitan yang dihadapi oleh petani di Madura, sehingga kesejahteraan petani terus meningkat,” pungkasnya.(Ist/Rls).

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article