Sampang, (Media Madura) – Aktivis perempuan dan anak di Sampang, Madura, Jawa Timur, berunjuk rasa di depan Mapolres Sampang, Rabu (24/9/2025).
Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap penegakan hukum atas kasus kekerasan seksual anak yang terjadi di Kabupaten Sampang. Dari berbagai kejadian justru mengendap tanpa kepastian hukum.
Orator Aksi Siti Farida menyebut, kasus pencabulan anak dibawah umur di Kecamatan Torjun sudah dilaporkan sejak tahun 2020, namun dari enam pelaku tersisa dua pelaku belum dilakukan penangkapan. Termasuk kejadian tahun 2022 di Kecamatan Robatal, dari sembilan pelaku tersisa enam pelaku belum ditangkap.
”Banyak kasus pencabulan mandek, belum lagi di Kecamatan Camplong dan Tambelangan dari tahun 2023 sampai sekarang pelaku masih berkeliaran,” kata Farida di Mapolres Sampang.
Lambatnya penanganan hukum, aktivis menuding Polres Sampang mandul dalam menangani sejumlah kasus seksual. Kekecewaan ini juga diungkapkan para orangtua korban pencabulan yang ikut berdemo di Mapolres menuntut keadilan agar pelaku dihukum seadil-adilnya.
”Bagaimana kalau ini terjadi kepada keluarga dan anak anda pak, dimana letak nuraninya, tolong segera tangkap pelakunya,” ungkap keluarga korban pencabulan asal Kecamatan Torjun.
Tak henti disitu, pendemo akhirnya menabur bunga di hadapan polisi sebagai simbol matinya keadilan terhadap penegakan hukum kasus pelecehan seksual di Sampang.
Kapolres Sampang AKBP Hartono membantah tudingan pendemo terkait lemahnya kinerja institusinya. Ia menegaskan, semua kasus hukum yang ditangani diupayakan terungkap secara tuntas.
”Kami betul-betul peduli dan serius agar semua penanganan kasus lebih maksimal, hal-hal yang dirasakan kurang menjadi perhatian untuk diperbaiki,” tegas Kapolres Hartono.
Dia menjelaskan, beberapa kendala yang sering dihadapi polisi saat proses penyelidikan karena lebih dulu viral di media sosial. Penyebab inilah terkadang menyulitkan polisi menangkap pelaku kejahatan.
”Belum apa-apa sudah viral, sehingga pelaku mudah melarikan diri, tapi jangan khawatir tim khusus yang kami bentuk akan terus mengejar para DPO,” pungkasnya.
Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Znl
Banyak Kasus Seksual Mandek di Sampang, Aktivis Meradang: Demo dan Tabur Bunga ke Polisi
- Advertisement -


