21.9 C
Madura
Sabtu, Mei 18, 2024

Rekrut KPPS “Siluman”, PPK-PPS di Sampang Dinonaktifkan

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Komisioner KPU Sampang Syamsul Arifin menyatakan, pihaknya telah menonaktifkan atau memberhentikan sementara Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karang Penang dan 2 Panitia Pemungutan Suara (PPS) Karang Penang Oloh, terkait dugaan praktek kecurangan rekrutmen anggota KPPS siluman yang dinyatakan lolos tanpa melalui proses seleksi pendaftaran.

“Iya benar, Ketua PPK Karang Penang dan 2 PPS dinonaktifkan sementara,” ucapnya, Senin (22/1/2024) kemarin.

Divisi Hukum dan Pengawasan itu mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan karena yang bersangkutan masih dalam proses sidang pemeriksaan mendalam oleh tim pemeriksa. Saat ini, status Ketua PPK dan 2 PPS masih sebagai terlapor.

“Sesuai aturan memang begitu, ketika tim pemeriksa dibentuk maka penyelenggara atau terlapor dinonaktifkan,” ujarnya.

Dirinya belum bisa menyampaikan hasil keputusan atas sidang pemeriksaan. Keputusan itu akan disampaikan dalam pleno KPU Sampang.

“Persoalan terbukti atau tidak nanti tunggu hasil pemeriksaan dan kita sampaikan di pleno bersama, terlapor (Ketua PPK) itu pimpinan lembaga yang memiliki tanggungjawab secara keseluruhan,” jelasnya.

Terpisah, Ketua PPK Karang Penang Sudar mengklaim, laporan yang dituduhkan kepada dirinya dinilai salah sasaran. Sebab, persoalan rekrutmen anggota KPPS bukan bidang atau divisi yang ditanganinya.

“Meskipun saya ketuanya tapi bukan divisinya, itu ranahnya PPS dan PPK lain yang membidangi perekrutan, saya gak ikut cawe-cawe,” dalihnya.

Ia mengaku tak terlibat dalam pembentukan KPPS se-Kecamatan Karang Penang, termasuk di Desa Karang Penang Oloh. Tak ada bentuk intervensi apapun kepada setiap anggota PPS.

Karena selama ini dirinya hanya menjalankan tugas dan wewenang sebagai Ketua PPK. Meski begitu, dirinya tetap akan menghadiri sidang etik di KPU Sampang.

“Sesuai tupoksi PPK hanya mengontrol tugas PPS yang belum terlaksana, itu pun kita sampaikan di grup, saya gak ikut cawe-cawe dan tidak ada intervensi,” tegasnya.

Sebelumnya, kejanggalan seleksi anggota KPPS Karang Penang Oloh mencuat setelah peserta seleksi mengamuk ke kantor Sekretariat PPS, Kamis (4/1/2024) pagi.

Mereka protes lantaran kecewa namanya tidak dimasukkan sebagai anggota KPPS terpilih dalam Pemilu 2024. Anehnya, nama-nama yang terpilih justru bukan peserta yang melalui proses pendaftaran ke PPS.

“Sangat kecewa mas, nama saya gak muncul, tiba-tiba ada nama anggota KPPS siluman yang dikeluarkan KPU melalui PPK, padahal gak pernah daftar itu, kok bisa terpilih,” ucap M Diki Sugianto peserta seleksi KPPS.

Diki menyebut, salah satu contoh nama KPPS siluman yang beda itu berada di TPS 36 dan 37 Karang Penang Oloh. Seperti nama Sabawi dan Anis Wati, yang tidak muncul di pleno PPS tetapi justru menjadi KPPS terpilih.

“Inikan sangat aneh, siapa yang menyelipkan nama disitu,” tuturnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article