21.3 C
Madura
Sabtu, Mei 18, 2024

Aneh, Jumlah Pendaftar KPPS Moktesareh Berubah dan Ganda

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah peserta seleksi KPPS Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mendatangi kantor Panwascam guna mengadu dugaan kecurangan rekrutmen KPPS, Jumat (5/1/2024) siang.

Mereka menemukan banyak kejanggalan dalam proses seleksi. Selain karena nama peserta KPPS hilang secara tiba-tiba, juga terdapat perbedaan antara hasil yang dirilis KPU Sampang dengan berita acara pleno PPS Moktesareh.

Moh Amin, perwakilan peserta KPPS Moktesareh, mengatakan sangat aneh pengumuman penetapan nama anggota KPPS hasil pleno PPS bisa berubah. Termasuk jumlah pendaftar KPPS yang semakin bertambah dari jumlah kebutuhan.

“Ada 70 orang KPPS dinyatakan lulus administrasi hasil pleno PPS, tiba-tiba rilis dilaman resmi KPU Sampang malah bertambah menjadi 105 orang yang lulus, kok bisa,” ucap Amin kepada Media Madura, Jumat.

Ia menjelaskan, dari jumlah 70 orang itu 24 nama diantaranya berganti nama anggota KPPS lain, meski sebelumnya tak masuk di pleno PPS. Temuan ini setelah disandingkan data pleno PPS dengan rilis KPU.

Selain itu, kejanggalain lainnya yakni dari total nama 105 orang ditemukan nama ganda. Nama tersebut dinyatakan lulus di rilis KPU dan dijadikan nama cadangan.

“Seperti nama Ifdoli dan Mahmudi itu, bisa dicek ini, parah kalau begini mas,” terangnya menunjukkan bukti pengumuman rilis KPU Sampang.

“Anehnya lagi, kenapa pengumuman pleno PPS yang ditempelkan di Sekretariat PPS sekarang malah hilang gak ditempel lagi, kemungkinan diambil setelah ramai banyak yang protes dari peserta,” imbuh Amin.

Maka itu, dharapkan dengan aduan yang dilayangkan ke Panwascam Kedungdung bisa menemui titik terang dan mengungkap dugaan kecurangan proses rekrutmen KPPS Moktesareh.

“Kami mengindikasi terkait seleksi rekrutmen KPPS Moktesareh ada pihak yang bermain entah itu PPK atau PPS, mudah-mudahan segera terjawab, Panwascam harus tegas dalam hal ini,” kata dia.

Ketua Panwascam Kedungdung M Jalali menyatakan, pihaknya berjanji sesegera mungkin menindaklanjuti aduan yang disampaikan peserta KPPS Moktesareh terkait perubahan perbedaan nama maupun data ganda peserta.

“Bentuk aduan ini tentu akan kami telusuri semua dan secepatnya dilaporkan ke Bawaslu Sampang sesuai mekanisme yang ada,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PPS Moktesareh Samsul Arifin memberikan tanggapan dihadapan peserta seleksi yang mendatangi kantor Panwascam Kedungdung. Samsul mengklaim bahwa dirinya selama proses rekrutmen KPPS sudah melakukan kewajiban dan kewenangan sesuai ketentuan regulasi.

“Persoalan dengan adanya perubahan pengumuman nama KPPS terpilih saya kurang tahu asal usulnya, saya juga masih akan menindaklanjuti dan siap bertanggungjawab,” tutur Samsul.

Pria berkacamata ini menduga, berita acara pleno PPS tak sampai ke tingkat KPU setelah dikirim melalui PPK Kedungdung. Namun dirinya mengaku tidak tahu sejak kapan dan siapa yang merubah nama-nama peserta KPPS. Termasuk hilangnya lembar pengumuman yang ditempelkan di Sekretariat.

“Kalau awal pleno di kami tetap ada 70 orang KPPS sesuai kebutuhannya, saya kirim ke PPK dan ternyata rilis KPU jumlahnya 105 orang,” jelasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article