Kasus DBD Sampang Meningkat dalam Waktu Tiga Tahun Ini

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya terus mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes-KB Sampang Samsul Hidayat mengatakan, pada tahun 2019 jumlah kasus demam berdarah mencapai 152. Jumlah tersebut meningkat di tahun 2020 menjadi 229 kasus. Meski terjadi peningkatan, kasus demam berdarah menurun pada tahun 2021 sebanyak 208 kasus.

Samsul menjelaskan, kecamatan yang memiliki kasus DBD tertinggi ialah Kecamatan Kota Sampang yakni Puskesmas Kamuning dan Puskesmas Banyuanyar serta Puskesmas Jrangoan Kecamatan Omben.

“Tingginya kasus DBD tidak secara global terjadi di semua wilayah hanya beberapa di kecamatan itu yang cukup signifikan,” kata Samsul, Rabu (5/1/2022).

Ia mewakili Kepala Dinkes-KB Sampang dr Abdullah Najich menuturkan, peningkatan kasus demam berdarah seperti di Puskesmas Kamuning tahun 2020 terdapat 48 kasus dan naik di tahun 2021 sebanyak 60 kasus.

“Begitu juga wilayah lainnya, tapi kenaikan ini bukan terjangkit DBD murni melainkan ada penyakit penyerta,” jelasnya.

Menurut Samsul, mengingat peningkatan kasus DBD terjadi saat musim penghujan, Dinkes-KB Sampang gencar melakukan penyemprotan atau fogging di wilayah terjangkit. Tentu dengan melibatkan pihak terkait mulai dari Ketua RT/RW, Lurah/Kades.

Penyemprotan ini atas laporan maupun permintaan masyarakat dalam mencegah terjangkitnya penyakit demam berdarah. Kemudian, sesuai laporan dari seluruh Puskesmas jumlah kematian warga yang terjangkit demam berdarah nihil.

“Alhamdulillah laporan dari Puskesmas tidak ada penderita yang sampai meninggal,” imbuhnya.

Terpenting, lanjut Samsul, dirinya mengimbau agar masyarakat melakukan pengendalian DBD. Mulai dari budaya hidup bersih, menjaga lingkungan, dan perbanyak mengkonsumsi makanan bergizi.

“Paling utama adalah kesadaran bersama mencegah terjangkitnya demam berdarah yang membahayakan ini,” pungkasnya.(Ryan/Arif)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article