Minggu, Agustus 14, 2022

Makin Pedas! Harga Cabai Rawit di Pamekasan Tembus Rp 110 Ribu Per Kilogram

Must read

Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Harga cabai di sejumlah pasar di Kabupaten Pamekasan, Madura,  Jawa Timur mengalami kenaikan signifikan. Cabai rawit hingga menembus Rp 110 ribu per kilogram.

Rahmawati, (37), pedagang sayur di Pasar Duko, Desa Duko Timur, Larangan menyatakan, kenaikan harga cabai rawit merah sangat cepat dari semula Rp 50 melonjak menjadi Rp 110 ribu per kilogram.

“Di sini (pasar Duko.red) Rp 110 per kilogram, tapi kalau di sini rata-rata pembeli belinya eceran kan hanya buat konsumsi,” katanya singkat, Kamis (16/12/2021).

Sementara, pedagang lain di Pasar Pulowijo Kolpajung, Jalan Ronggosukowati, Hasana (35) menyebut kenaikan komoditas pangan tersebut bukan karena menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Melainkan memang mengalami kenaikan semenjak 20 hari lalu.

“Lonjakan kenaikan sejak tiga hari lalu, awal bulan masih Rp 50 ribu kemudian naik Rp 85 ribu kemudian Rp 100 ribu dan sekarang Rp 110 ribu,” katanya.

Sedangkan untuk cabai jenis lainnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu cabai hijau Rp 30 ribu, cabai panjang Rp 35 ribu per kilogram. Termasuk pula jenis komoditas sayur lainnya tidak mengalami pergerakan harga.

“Sayur mayur harga masih stabil tersuk cabai hijau dan panjang,” imbuh Has sapaan akrabnya Hasanah.

Bagi pedagang cabai, melonjaknya harga cabai merah tersebut menjadi berkah tersendiri, sebab sebagian pedagang lain tidak berani untuk menjualnya sehingga para pembeli di lapaknya selalu ramai.

“Alhamdullah, jumlah pembeli semakin banyak karena sedikitnya pedagang yang berani menjual cabai di kala harga melambung tinggi seperti sekarang,” terangnya.

“Kalau harga cabai murah kan banyak saingan, kalau harga mahal kan sedikit para pedagang yang berani menjual cabai, jadi para bembeli otomatis semakin banyak,” sambungnya menuntup percapakan. (Ahmad Rifqi/Zainol).

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article