Senin, Desember 6, 2021
- Advertisement -
Ekonomi & BisnisSemua Desa di Pamekasan Bakal Punya Wamira Mart, Ini Kata Mas Tamam

Semua Desa di Pamekasan Bakal Punya Wamira Mart, Ini Kata Mas Tamam

Pamekasan, (Media Madura) – Semua Desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur bakal mempunyai minimarket bernama Warung Milik Rakyat (Wamira) Mart. Rencana tersebut ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2022 mendatang. Saat ini, terdapat 9 Wamira Mart yang telah berdiri di beberapa kecamatan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, keberadaan Wamira Mart untuk memasarkan produk lokal masyarakat, baik produk wirausaha baru (WUB) atau produk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Mas Tamam menyampaikan, pihaknya akan membranding toko klontongan menjadi Wamira Mart dengan satu menejemen yang terpusat di tingkat kabupaten. Wamira Mart tersebut akan menjual produk WUB atau UMKM secara umum guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Toko klontongan kita branding, isinya adalah UMKM, menejemennya satu di Pemkab Pamekasan. Tahun depan semua desa sudah ada Wamira Mart-nya, dikelola bareng-bareng antara desa dan fasilitator, serta dinas,” ungkapnya, Senin (15/11/2021).

Dia menyampaikan, pihaknya saat ini telah mendirikan 9 Wamira Mart yang tersebar di beberapa kecamatan. Setelah itu semua kecamatan harus berdiri Wamira Mart sebelum merambah ke tingkat desa.

“Setelah ini semua kecamatan ada Wamira Mart, setelah itu menyebar di semua desa. Logonya sama, barang yang dijual milik rakyat, orientasinya membeli produk dalam negeri,” tandasnya.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini mengajak kepada masyarakat agar mencintai produk dalam negeri dengan cara membeli produk lokal, baik WUB atau UMKM. Selain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, membeli produk lokal diniatkan membantu ekonomi tetangga dan rakyat Pamekasan.

“Mari kita belanja produk lokal agar ekonomi kita reborn. Karena kalau kita tidak belanja, berat untuk membangkitkan ekonomi kembali,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pendirian Wamira Mart tersebut merupakan fasilitasi dari Pemkab Pamekasan untuk pemasaran offline produk WUB yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan secara gratis. Selain pelatihan gratis, pemkab juga memberikan bantuan alat melalui dana corporate social responsibility (CSR), serta memberikan modal dengan bunga nol persen selama setahun.

Tahun 2021, ada sembilan WUB yang telah berhasil didirikan Pemkab Pamekasan. Yaitu, Wamira Mart di Jalan Jokotole atau sebelah barat Kantor Dinas Koperasi dan UKM, Wamira Mart di Kecamatan Waru tepatnya di simpang tiga sebelum Pasar Waru, Kecamatan Pakong tepatnya di depan SPBU Pakong, dan Wamira Mart di Kecamatan Palengaan atau di sebelah barat Ponpes Kebun Baru.

Kemudian Wamira Mart di Kecamatan Proppo sebelah barat pasar pangurayan, di Kecamatan Larangan, di Kecamatan Tlanakan tepatnya di KUD Sumber Wangi, di Stadion Ratu Pamelingan, dan Wamira Mart tersebar. Wamira Mart tersebar merupakan Gerobak Wamira yang akan mengunjungi setiap ada kegiatan masyarakat. (Zainol/Arif).

Pamekasan, (Media Madura) – Semua Desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur bakal mempunya minimarket bernama Warung Milik Rakyat (Wamira) Mart. Rencana tersebut ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2022 mendatang. Saat ini, terdapat 9 Wamira Mart yang telah berdiri di beberapa kecamatan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, keberadaan Wamira Mart untuk memasarkan produk lokal masyarakat, baik produk wirausaha baru (WUB) atau produk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Mas Tamam menyampaikan, pihaknya akan membranding toko klontongan menjadi Wamira Mart dengan satu menejemen yang terpusat di tingkat kabupaten. Wamira Mart tersebut akan menjual produk WUB atau UMKM secara umum guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Toko klontongan kita branding, isinya adalah UMKM, menejemennya satu di Pemkab Pamekasan. Tahun depan semua desa sudah ada Wamira Mart-nya, dikelola bareng-bareng antara desa dan fasilitator, serta dinas,” ungkapnya, Senin (15/11/2021).

Dia menyampaikan, pihaknya saat ini telah mendirikan 9 Wamira Mart yang tersebar di beberapa kecamatan. Setelah itu semua kecamatan harus berdiri Wamira Mart sebelum merambah ke tingkat desa.

“Setelah ini semua kecamatan ada Wamira Mart, setelah itu menyebar di semua desa. Logonya sama, barang yang dijual milik rakyat, orientasinya membeli produk dalam negeri,” tandasnya.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini mengajak kepada masyarakat agar mencintai produk dalam negeri dengan cara membeli produk lokal, baik WUB atau UMKM. Selain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, membeli produk lokal diniatkan membantu ekonomi tetangga dan rakyat Pamekasan.

“Mari kita belanja produk lokal agar ekonomi kita reborn. Karena kalau kita tidak belanja, berat untuk membangkitkan ekonomi kembali,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pendirian Wamira Mart tersebut merupakan fasilitasi dari Pemkab Pamekasan untuk pemasaran offline produk WUB yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan secara gratis. Selain pelatihan gratis, pemkab juga memberikan bantuan alat melalui dana corporate social responsibility (CSR), serta memberikan modal dengan bunga nol persen selama setahun.

Tahun 2021, ada sembilan WUB yang telah berhasil didirikan Pemkab Pamekasan. Yaitu, Wamira Mart di Jalan Jokotole atau sebelah barat Kantor Dinas Koperasi dan UKM, Wamira Mart di Kecamatan Waru tepatnya di simpang tiga sebelum Pasar Waru, Kecamatan Pakong tepatnya di depan SPBU Pakong, dan Wamira Mart di Kecamatan Palengaan atau di sebelah barat Ponpes Kebun Baru.

Kemudian Wamira Mart di Kecamatan Proppo sebelah barat pasar pangurayan, di Kecamatan Larangan, di Kecamatan Tlanakan tepatnya di KUD Sumber Wangi, di Stadion Ratu Pamelingan, dan Wamira Mart tersebar. Wamira Mart tersebar merupakan Gerobak Wamira yang akan mengunjungi setiap ada kegiatan masyarakat. (Zainol/Arif).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Space Available | Kontak Kami

Pilihan Redaksi

- Advertisement -

Latest article

More article

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme