Senin, Mei 16, 2022

Di Depan Emil Dardak, Aliyadi Mustofa Singgung Soal Angka Kemiskinan Sampang

Must read

Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman, Aliyadi Mustofa yang merupakan Ketua Komisi B DPRD Jatim, Minggu (31/10/2021) kemarin.


Kedatangan Emil Dardak bersama rombongan disambut langsung Aliyadi Mustofa di Desa Karanganyar, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

Di depan suami Arumi Bachsin itu, saat memberikan sambutan, Aliyadi Mustofa menyinggung soal angka kemiskinan di Madura, utamanya di Kabupaten Sampang.
Aliyadi menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Sampang mencapai 22 persen. Angka yang tergolong cukup tinggi.


Sebagai wakil rakyat di DPRD Jawa Timur yang kebetulan membidangi ekonomi, Aliyadi Mustofa merasa bertanggungjawab untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Bahari.
Namun, Aliyadi menegaskan, bila pengentasan kemiskinan di Sampang adalah tugas bersama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan legislatif.


“Kami akan terus berjuang mengentaskan kemiskinan di Sampang,” kata politisi PKB itu.
Beberapa cara yang bisa dilakukan saat ini, imbuh Aliyadi, adalah melakukan pembinaan UKM, IKM, koperasi, sektor pariwisata, dan pertanian. Cara itu diyakini mampu mengangkat ekonomi masyarakat Sampang.


“Hanya saja kurang pembinaan dari pemerintah Kabupaten, itu yang menjadi kendala selama ini,” ungkapnya.


Aliyadi juga mengungkap sektor lain yang kurang mendapat perhatian pemerintah Kabupaten. Menurutnya, warga di wilayah utara Sampang sebagian besar memiliki home industri genting, bahkan ada satu kecamatan penghasil genting.


Aliyadi mengaku kerap menerima keluhan dari mereka soal teknologi. Genting-genting yang dihasilkan selama ini masih dengan cara manual.

“Ada sekitar satu kecamatan pengrajin genting tetapi keluhan mereka tidak ada teknologi yang memadai. Ini perlu kami dorong,” tutur Aliyadi.


Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak membenarkan angka kemisinan Sampang 22 persen. Namun, pihaknya berkomitmen di tahun 2024 angka kemiskinan di Sampang bisa ditekan hingga 17 persen.


Wagub Emil Dardak menyebut penyebab kemiskinan di Kabupaten Sampang bukan karena tingginya angka pengangguran, akan tetapi karena mayoritas masyarakat di Sampang bekerja di sektor pertanian.


“Setidaknya 30 persen masyarakat Sampang bekerja sebagai seorang petani,” kata Emil Dardak.
Menurut Emil Dardak, kendati mayoritas petani, hasil pertanian warga Sampang masih rendah, hal itu tidak bisa membuat warga Sampang keluar dari garis kemiskinan.


“Kami akan bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya untuk mengatasi masalah ini,” ucapnya.


Tujuannya, untuk mengidentifikasi masalah apa yang dihadapi oleh para petani di Sampang. Hal ini juga sedang dipetakan oleh Dinas Pertanian dan Bapeda agar penanganannya jelas. (Zainol)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article