Proyek Penerangan Jalan Umum di Sampang Molor, Rekanan Terancam Didenda

Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Pengerjaan proyek penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Diponegoro, Kelurahan Banyuanyar, Kota Sampang, terancam molor. Sebab, batas kontrak pengerjaan tersisa 10 hari kerja tepatnya 28 September 2021.

Seharusnya sampai saat ini progres pemasangan PJU untuk 31 titik tiang sepanjang 1 kilometer itu bisa mencapai diatas 95 persen. Namun faktanya saluran listrik dan pemasangan tiang PJU belum selesai sepenuhnya.

Kasi Teknik Sarana Prasarana Jalan (TSP) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang Heri Budiyanto mengakui hingga kini pemasangan proyek PJU belum selesai. Padahal, surat perintah kerja (SPK) pemasangan PJU Jalan Diponegoro sampai akhir September.

“Iya kalau melebihi batas waktu pasti ada sanksi denda,” ucap Heri, Senin. (20/9/2021).

Proyek PJU tersebut dimenangkan oleh CV Wahyu Jaya Sejahtera dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,3 miliar bersumber dari APBD. Surat perintah kerja dikeluarkan sejak 27 Mei 2021.

Untuk penerapan denda itu sesuai Pasal 120 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70/2020 tentang sanksi keterlambatan. Bagi penyedia barang/jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, maka dikenakan denda keterlambatan 1/1.000 dari nilai proyek per hari.

Heri menerangkan, sampai saat ini progres proyek pemasangan PJU masih sekitar 90 persen. Ada beberapa pengerjaan belum selesai seperti saluran listrik dan lainnya, sedangkan untuk galian tempat tiang sudah selesai.

“Kalau pengerjaannya akhir September harus selesai,” tuturnya.

Menurut dia, keterlambatan pengerjaan PJU selama ini karena sebelumnya terkendala kebijakan PPKM sehingga segala material yang dibutuhkan belum rampung.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here