Penyebab Rendahnya Angka Vaksinasi di Kabupaten Pamekasan

Vaksinasi Massal yang digelar di Kantor PC NU Pamekasan, kerjasama antara Polres, PCNU dan Dinkes beberapa waktu lalu.
Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Hingga saat ini angka vaksinasi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur tergolong rendah diangka 12%. Jumlah itu jauh dari target pemerintah. Padahal untuk menciptakan kekebalan komunitas (Herd Ummunity) minimal jumlah vaksinasi mencapai 70%.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kecilnya angka vaksinasi di Kabupaten Pamekasan tersebut, yakni keengganan warga untuk divaksin dan banyaknya masyarakat yang tidak percaya terhadap virus Corona.

Plt Kadinkes Pamekadan dr Ahmad Marzuki melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Nanang Suyanto mengatakan warga enggan melajukan vaksinasi meskipun program vaksinasi tersebut setiap hari dilakukan, tidak hanya di pusat kota, tetapi petugas medis sudah datang ke seluruh desa di wilayah itu.

Tidak hanya itu, Dinkes juga telah melakukan berbagai upaya termasuk menggandeng berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dan lembaga pendidikan untuk terus melakukan vaksinasi. “Tetapi kita bisa apa kalau masyarakat yang tidak mau divaksin,” keluhanya.

Ia berharap agar masyarakat Pamekasan yang belum divaksin agar segera mengikuti kegiatan vaksinasi, baik di Dinkes, Puskesmas dan diberbagai tempat lainnya. Ia juga berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kita sudah berjuang sejauh ini, jadi kami harapkan agar masyarakat tetap waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” urainya. Masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang 5 M itu. Karena potensi penularan Covid-19 ini masih bisa terjadi,” urainya.

Dikatakan, protokol kesehatan yang 5 M itu sangat penting untuk terus diterapkan oleh masyarakat Pamekasan, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Pamekasan memang sudah masuk wilayah level 01 bersama 10 kabupaten lainnya di Jawa Timur. Hal itu berdasarkan hasil asesmen situasi Covid-19 oleh Kemenkes RI pada 15 September 2021.

Tetapi meskipun begitu, potensi lonjakan kasus masih bisa terjadi. Bahkan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tetap meminta warganya untuk waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Ayo terus jaga kesehatan dengan cara tetap memakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dan mengurangi mobilitas,” ajaknya.

Berdasarkan analisis tim mediamadura.com yang disadur dari data BPS, jumlah masyarakat yang telah mengikuti program vaksinasi sebanyak 12% yakni sekitar 100 ribu jiwa dari total jumlah penduduk pada tahun 2020 sebanyak 850.057 jiwa yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan. (Arf/Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here