Kapolres Beberkan Alasan 10 Polsek di Sampang Tak Boleh Lakukan Penyidikan

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz ditemui diruangannya. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Setelah dikeluarkannya keputusan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berdasarkan Surat Nomor Kep/613/III/2021 per tanggal 23 Maret 2021, ada 10 Polsek di Sampang tidak bisa melakukan penyidikan kasus.

10 Polsek tidak boleh menangani penyidikan, diantaranya Polsek Torjun, Polsek Jrengik, Polsek Tambelangan, Polsek Sreseh, Polsek Camplong.

Kemudian, Polsek Omben, Polsek Karang Penang, Polsek Sokobanah, Polsek Ketapang, dan Polsek Robatal.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz mengungkapkan alasan dari 13 Polsek di wilayahnya hanya 10 Polsek tidak boleh menangani penyidikan kasus setelah mendapatkan instruksi dari Kapolri.

“Karena dari keputusan itu bahwa penunjukan kepolisian sektor hanya untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat pada daerah tertentu, jadi tidak melakukan penyidikan,” ucap Abdul Hafidz, Sabtu (3/4/2021).

Maka itu, saat ini Polres Sampang membentuk Polsek Rayon yang terletak di Kecamatan Kota Sampang, Kedungdung, dan Banyuates.

Abdul menyampaikan, pembentukan rayonisasi dilakukan untuk mengantisipasi jarak yang jauh, seperti halnya di jajaran Polsek wilayah Pantura nantinya bisa melakukan proses penyidikan di Rayon Pantura (Polsek Banyuates).

“Nantinya proses penyidikan dilakukan di Polsek Rayon dan juga di Mapolres Sampang,” tuturnya.

Kendati demikian, Kapolres menegaskan, 10 Polsek tidak melakukan penyidikan kasus bukan berarti tidak bisa melakukan penangkapan terhadap para pelaku pelanggar hukum.

Hal itu tetap menjadi tugas kepolisian, hanya saja proses penyidikannya akan diserahkan kepada Polsek Rayon atau Polres Sampang.

“Sama saja, kewenangan awal tetap dari Polsek,” tandasnya.(Ryan/Arf)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.